[FF] Regret ( Chapter 8 – END )

Wuaaah akhirnya beres juga ff ini. ini chapter terakhirnya. di chapter ini juga aku kasih review buat sequel Regret. So, enjoy!😉

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

 DON’T BE SILENT READERS, PLEASE! 

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

 ~~~

Byun Baekhyun POV

Aku baru saja keluar dari kamar mandi dan menghampiri lemari yang berada di ujung kamar. Aku memakai baju dan mengeringkan rambut ku dengan handuk.

“ Oppa! Cepat kesini! “ kudengar Ha Hyo memanggil ku dari luar kamar. Aku segera keluar kamar dan menghampiri nya yang sedang menonton tv.

“ Waeyo, chagi? “ Tanya ku sambil duduk di sebelahnya.

Ku lihat Ha Hyo terpaku menatap kea rah televisi. Aku menatap nya bingung, dan ikut melihat kea rah tv. Aku pun mendengarkan omongan sang pembawa berita.

“ Pesawat dari Paris menuju Korea baru saja mengalami kecelakaan pada pukul !6.30 waktu setempat…., “.

Aku terkejut mendengar perkataan sang pembawa acara tadi. Aku menoleh cepat kearah Ha Hyo yang masih mematung dan mengguncangkan bahu nya, “ Chagiya, kita harus segera menemui Chanyeol. Aku khawatir dengan keadaan nya jika ia mendengar berita ini, “.

Ha Hyo tetap mematung dengan mata menerawang. Aku menggenggam tangan nya erat dan menarik wajah Ha Hyo agar menatap nya.

“ Chagiya, kau tenang saja, ne? Yang harus kita lakukan sekarang adalah menemui Chanyeol. Ayo kita pergi, chagi, “ kata ku sambil menarik tangannya.

Ha Hyo mengangguk dan segera mengikuti ku. Aku mengambil jaket dan kunci mobil. Aku segera mengendarai mobil ku dengan sangat cepat menuju rumah Chanyeol. Aku mencoba menghubungi ponsel Chanyeol, tapi tidak di angkat.

“ Aish! Kenapa anak itu tidak mengangkat telepon ku? Aku benar-benar panic sekarang, “ kataku sambil melemparkan ponsel ku ke dashboard mobil. Ha Hyo mengelus tangan ku untuk menenangkan ku.

Setelah sampai di rumah Chanyeol, aku mengetuk pintu. Tapi, tidak ada yang membuka. Aku benar-benar frustasi sekarang. Aku menendang pot yang ada di sebelah ku.

“ Oppa, sekarang kita harus bagaimana? “ tanya Ha Hyo sambil mengelus lengan ku. Aku menggeleng putus asa. Tiba-tiba, pikiran terbesit di otak ku.

Chanyeol ada di bandara.

“ Chagiya, ayo kita ke bandara sekarang! “.

Ha Hyo mengikuti ku masuk ke dalam mobil. Aku segera melajukan mobil ku ke bandara. Selama di perjalanan, aku terus-menerus mencoba menghubungi Chanyeol. Tapi, tetap saja tidak di angkat. Ya Tuhan, semoga Chanyeol tidak melakukan hal bodoh.

Sesampainya di bandara, aku segera berlari ke ruang tunggu. Diikuti oleh Ha Hyo yang sama paniknya dengan ku. Aku melayangkan pandangan ku ke segala penjuru bandara. Aku tidak menemukan nya dimana-mana!

“ Oppa, ayo kita coba cari di ruang tunggu yang itu, “ ajak Ha Hyo sambil menunjuk ruang tunggu paling ujung. Aku segera berlari kesana. Dan, ternyata benar. Chanyeol ada disana. Kelegaan membanjiri hati ku.

“ Park Chanyeol! “.

***

Park Chanyeol POV

“ Park Chanyeol! “

Aku mendengar seseorang memanggil namaku. Tapi, entah kenapa aku tidak bisa merespon mereka.

“ Chanyeol oppa! “ .

Chanyeol oppa? Siapa yang memanggil ku ‘oppa’? Apa itu Hyun Ah?

“ Oppa! Oppa! “ aku melihat seorang yeoja didepan ku memanggil ku sambil menepuk-nepuk pipi ku. Hyun Ah….?

“ Hyun Ah? “ kata ku dengan pandangan kosong.

“ Aku Ha Hyo, oppa! “ kata yeoja itu.

Seorang namja maju kedepan ku dan……

PLAK!

Ia menamparku, membuatku sadar sepenuhnya. Baekhyun, dan Ha Hyo? Mengapa mereka disini?

“ Baekhyun? Ha Hyo? Kenapa kalian disini? “

Baekhyun pun membentak ku, “ YA! Kenapa kami disini? Kami khawatir dengan mu Chanyeol! Aku sudah mendengar berita tentang kecelakaan itu. Kau kira aku tidak khawatir dengan mu?! Aku takut kau melakukan hal bodoh!  “.

Aku tersenyum miris, “ tenang saja. Aku tidak sebodoh itu, “.

Baekhyun mendengus, “ kau tidak bodoh? Lalu, disebut apa kelakuan mu tadi? Termenung, menatap kosong kedepan, sampai menganggap Ha Hyo itu Hyun Ah! “.

Sebelum aku sempat menjawab, terdengar pengumuman dari speaker.

“ Mohon perhatian. Kami baru saja mendapat kabar, bahwa para penumpang beserta kru awak kabin dalam kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi, kemungkinan tidak ada yang dapat di selamatkan. Tapi para media masih terus memeriksa. Kami….. “

Aku terpaku mendengar itu. Tidak ada yang bisa di selamatkan……? Berarti…. Hyun Ah…?

“ YA! Chanyeol! Jangan bengong begitu. Kau jangan berpikiran negatif dulu Chanyeol-ah, “ kata Baekhyun sambil mengguncangkan badan ku yang kaku.

“ Oppa, tabah ya oppa. Semoga Hyun Ah-ssi tidak apa-apa, “ kata Ha Hyo.

Air mata ku menetes.

Baekhyun menatap ku terkejut, “ Chanyeol-ah, uljima! Ayolah, jangan menangis, “ .

Tapi, aku tidak bisa menghentikan air mata ini. Malah air mata ku semakin deras. Ku dengar Ha Hyo juga mulai terisak sambil memeluk ku.

“ Oppa….. jangan menangis, “.

Bagaimana bisa aku tidak menangis? Seseorang yang kucintai telah mati! Bagaimana mungkin aku tidak sedih? Dalam hati aku meminta maaf pada Baekhyun dan Ha Hyo karena aku tidak bisa berhenti menangis.

Aku mulai terisak sambil meremas bagian depan baju ku. Sakit. Sakit sekali. Kenapa jalannya harus seperti ini?  kepalaku terasa sakit karena aku memukulnya. Aku tertunduk, pandanganku kosong.

***

Author POV

Baekhyun dan Ha Hyo tetap berdiri mematung melihat keadaan Chanyeol sekarang.

Rambutnya acak-acakan karna ia menjenggutnya keras. Air matanya selalu menetes tanpa henti.

“Yeol uljima… jebal uljima..” ucap Baekhyun memohon

“Lebih baik kau tenangkan dirimu dulu. Ayo kita pulang, semoga besok ada kabar baik.” Lanjut Baekhyun

“Mwo?! Aku harus pulang? Tidak… Aku tidak akan pernah pulang sampai aku mendengar informasi selanjutnya. Aku yakin Hyun Ah selamat. Ia dalam keadaan baik-baik saja.” Jawab Chanyeol dengan nada sedikit membentak.

“ Ya! Kau ini bodoh atau apa, sih? Kau mau menunggu sampai kapan, hah? Jika nanti ada pengumuman lagi, pasti akan disiarkan di tv. Ayolah, jangan kekanakan begini, Chanyeol-ah! “ Baekhyun benar benar sudah tak habis pikir dengan Chanyeol.

“Yasudah oppa, jangan paksanya Chanyeol oppa. Ini pilihannya.” Ucap Ha Hyo seraya memegang lengan Baekhyun

“Oppa, kau tidak apa-apa jika kami tinggal? Jaga dirimu baik-baik ne. Jika ada kabar baru, hubungi kami.” lanjut Ha Hyo pada Chanyeol. Yang tak lama kemudian meninggalkan Chanyeol.

***

Park Chanyeol POV

Saat ini sudah tengah malam, dan aku tetap menunggu disini. Menunggu Hyun Ah. Sudah tidak ada orang lain di tempat ku menunggu sekarang. Hanya ada aku seorang.

Ah, apakah aku terlihat bodoh sekarang? Menunggu seseorang, yang tidak pasti sekarang berada dimana, seperti apa keadaannya. Apa aku bodoh?

Terserah kalian mau menganggap ku bagaimana, aku hanya ingin bertemu Hyun Ah. Melihat nya berdiri di depan ku, tersenyum padaku, dan memanggil ku ‘Chanyeol oppa’. Bolehkah aku berharap sebesar itu sekarang? Terdengar seperti ironi, mungkin.

Ya Tuhan, jika aku tidak di takdirkan untuk bertemu dengan Hyun Ah dalam keadaan ia masih hidup, tolong pertemukan aku dengan nya sekali saja sebelum ia benar-benar pergi dari hadapanku, dan tidak akan kembali lagi.

Hanya dia yang aku cinta, aku sayang, dan selamanya yang memiliki hati ku ini. Entah apa yang akan terjadi jika Hyun Ah benar-benar pergi dari sisiku. Aku mungkin lebih memilih untuk mati, daripada hidup selamanya tanpa melihat Hyun Ah.

Tapi, entah kenapa hati ku ini masih yakin kalau Hyun Ah baik-baik saja. Walaupun kemungkinan nya sangat sedikit, tapi aku yakin Hyun Ah masih hidup. Aku yakin Hyun Ah tidak akan meninggalkan ku secepat ini. Aku yakin sebentar lagi Hyun Ah akan datang padaku dan akan hidup bersama ku selama-lama nya.

Hyun Ah, apa kau bisa mendengar suara hati ku ini? Chagiya, aku ingin kau kembali padaku dalam keadaan selamat. Kau bisa melakukan itu untukku, kan? Apa kau bisa berjanji padaku untuk menemui ku lagi dalam keadaan selamat? Kau mencintai ku, bukan? Aku yakin kau bisa. Aku yakin kau tidak akan meninggalkan ku semudah itu. Kembali lah padaku, chagiya. Aku merindukan mu. Sangat sangat merindukanmu.

Ah, aku terlihat semakin bodoh, ne? Aku benar-benar sudah tidak bisa berpikir jernih sekarang. Pikiran ku hanya tertuju pada Hyun Ah, Hyun Ah, dan Hyun Ah. Aku tidak peduli dengan pemikiran orang lain. 

Mataku terasa sangat berat, sedetik kemudian pun sekelilingku jadi gelap. Mungkin aku capek, sangat capek sehingga aku tertidur.

Pagi….

Suara mobil….

Suara orang berjalan….

Suara tas koper yang diseret…

Membuatku terbangun dan terduduk di pojokan ruang tunggu. Nyawaku belum terkumpul seluruhnya, aku mengerjapkan mataku. Yang tadinya pandangunku buram, sekarang mulai jelas.

Aku merasa ini mimpi, mimpi yang sangat menakutkan. Tapi ternyata tidak, aku tidqk bermimpi. Ini nyata, ini sungguhan.

Pandanganku kosong melihat orang-orang berlalu lalang di bandara ini. Tapi aku menyadari sesuatu, telingaku mendengar sebuah informasi lagi.

“Mohon perhatian,  kami mendapatkan informasi terbaru dari pesawat yang kecelakaan kemarin bahwa seluruh penumpang meninggal, terkecuali 2 orang yang bernama Xi Lu Han dan Jung Hyun Ah masih tidak ditemukan, kami masih mencari keberadaan mereka.Terimakasih atas perhatiannya”

Aku masih terdiam mendengar pengumuman tadi, sebersit harapan muncul di benakku. mungkin saja ia masih hidup. Senyum pahit pun tersirat di bibirku.

***

Author POV

Chanyeol masih setia menunggu di bandara selama 3 hari. Keadaan nya benar-benar kacau. Penampilannya juga sudah kacau. Bayangkan saja, Chanyeol terus diam di ruang tunggu tanpa makan sedikit pun.

Banyak orang yang menawarkan bantuan pada Chanyeol, tapi Chanyeol selalu menolaknya. Ia tidak ingin apa-apa saat ini, ia hanya ingin Hyun Ah. Orang –orang hanya bisa menatapnya prihatin.

Tapi, Chanyeol tidak membutuhkan semua perhatian orang-orang itu. Ia hanya butuh Hyun Ah. Tidak yang lain.

***

Byun Baekhyun POV

Aku benar-benar sangat khawatir dengan Chanyeol sekarang. Bagaimana keadaan nya sekarang? Apa Chanyeol masih menunggu di bandara? Aku pun berinisiatif untuk pergi ke bandara menemui Chanyeol.

“ Chagiya, bagaimana kalau sekarang kita ke bandara? Aku benar-benar khawatir dengan Chanyeol, “ ajakku pada Ha Hyo yang duduk di sebelah ku. Ah, satu info untuk kalian, Ha Hyo sekarang menginap di apartemen ku karena orang tua nya sedang ke luar negeri. Jadi, aku menyuruh nya tinggal sementara di apartemen ku sampai orang tuanya pulang. Jangan berpikiran negatif dulu!

“ Ne, oppa. Aku juga sangat khawatir dengan Chanyeol oppa, “ kata Ha Hyo.

Aku dan Ha Hyo pun segera pergi ke bandara. Aku berjalan cepat ke ruang tunggu. Dan, aku melihat Chanyeol masih setia menunggu di sana!

“ Park Chanyeol! Astaga, kau masih menunggu disini? Otak mu itu kemana, sih? “ bentakku saat sampai di depannya.

Chanyeol menoleh dan aku pun terkejut, “ Ya Tuhan….. Chanyeol! Kau itu gila?! Lihat keadaan mu sekarang, benar-benar kacau! Aku hampir tidak mengenali mu. Ayo kita pulang! “ kataku sambil menarik tangan Chanyeol. Tapi, Chanyeol menepis tangan ku kasar.

“ Kau….. tidak tahu apa-apa, “ kata Chanyeol datar.

Emosi ku tersulut. Aku benar-benar tidak tahan melihat Chanyeol yang seperti orang gila begini, “ YA! Apa yang tidak aku tahu?! Yang aku tahu sekarang hanya keharusan ku untuk membawa mu pulang, sekarang! “. Aku kembali menarik tangan Chanyeol,  dan lagi-lagi tangan ku di tepis nya.

“ KAU TIDAK TAHU APA-APA, BAEKHYUN! “ bentak Chanyeol, membuat ku tersentak.

“ AKU TAHU! Jangan kira aku bodoh, Park Chanyeol! Aku sudah mendengar berita tentang Hyun Ah dan satu penumpang lagi yang hilang. AKU TAHU! Lalu apa yang kau harapkan sekarang? Kau berharap Hyun Ah ada di depan mu sekarang secara tiba-tiba? Ini bukan dunia fantasi, Chanyeol! Kembali pada akal sehat mu, jangan terpuruk terus begini! “ bentakku panjang lebar, membuat Chanyeol terdiam.

“ Aku begini karena aku mengkhawatirkan mu, Chanyeol-ah.., “ suara ku mulai melunak, “ Kau kira aku tidak khawatir melihat mu yang benar-benar kacau seperti sekarang? Aku hanya ingin kau kembali memakai akal sehat mu. Gunakan juga logika mu, apa dengan cara seperti ini akan membuat Hyun Ah datang seketika kesini? Aku tahu kan sangat memikirkan Hyun Ah, tapi kau juga harus memikirkan dirimu sendiri. Jika Hyun Ah datang padamu dan melihat keadaan mu seperti ini, apa itu tidak menyakitan untuk nya? Aku mohon Chanyeol-ah, bersikap lah dewasa. Aku bukan nya menyuruh mu untuk berhenti memikirkan Hyun Ah. Aku hanya ingin kau memikirkan ulang semua kelakuan mu ini. Aku tahu kau sanggup melewati semua ini, “.

Aku melihat mata Chanyeol sudah berkaca-kaca. Ha Hyo pun melanjutkan, “ yang di katakan Baekhyun oppa benar, oppa. Jangan bersikap seperti ini. Hyun Ah-ssi pasti ingin kau dalam keadaan baik saat bertemu dengannya. Apa oppa tega membuatnya sakit saat bertemu lagi? Pikirkan lah juga orang di sekitar oppa, orang-orang yang peduli pada oppa. Orang-orang yang menyayangi oppa. Masih ada aku, Baekhyun oppa, kedua orang tua oppa, dan Hyun Ah-ssi tentu nya. Walaupun ia tidak disini, tapi aku yakin dia terus memikirkan mu juga, “.

Air mata yang sedari tadi di tahan Chanyeol pun akhirnya menetes. Aku segera memeluk nya, memberi nya kekuatan. Aku sudah menyayangi Chanyeol seperti adikku sendiri. Chanyeol segera terisak di bahu ku, mengeluarkan semua keresahan di hati nya yang membuat nya sesak.

“ Aku mengerti perasaan mu, Chanyeol-ah. Aku mengerti, “ bisikku, membuat isakannya semakin keras. Chanyeol memang terlihat kuat dari luar. Tapi, siapa yang tahu isi hati nya? Hati nya yang kini sedang menanggung beban berat.

Setelah Chanyeol tenang, aku pun mengajak nya pulang. Aku mengajak nya ke apartemen ku dan menyuruh nya tinggal bersama ku sementara. Karena aku tidak bisa menjamin kalau Chanyeol tidak akan melakukan hal bodoh jika aku tidak mengawasi nya. Dan, Chanyeol pun menyetujuinya.

***

Author POV

Sudah 2 minggu kejadian itu berlalu. Tim evakuasi sudah menemukan semua jasad, tapi tetap Xi Lu Han dan Jung Hyun Ah belum di ketemukan.

Sampai sekarang Chanyeol tetap menunggu kabar Hyun Ah dengan setia.

Setelah kejadian ini, kepribadian Chanyeol berbeda. Ia menjadi orang pendiam, setiap malam ia pasti selalu mengigau memanggil nama Hyun Ah. Chanyeol pun enggan keluar apartement Baekhyun.

Baekhyun yang melihat keadaan Chanyeol sekarang tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa mendoakan Chanyeol, begitu pula mendoakan Hyun Ah.

 

Setelah pencarian 3 minggu ini tidak menemukan titik terang dimana Xi Lu Han dan Jung Hyun Ah berada. Akhirnya pencarian di hentikan.

***

-END- 

Review for Regret Sequel,

“ Kau siapa? “.

“ Kau… menyelamatkan ku? “.

“ Chanyeol, ayolah jangan seperti ini terus, “.

“ Apa ada kemungkinan Hyun Ah masih hidup, Baekhyun-ah? “.

“ Oppa, kau masih kepikiran Hyun Ah, ya? “.

“ Kita akan kemana? “.

“ Aku akan merawat mu sampai kau sembuh total, “.

“ Sepertinya aku menyukai mu, “.

“ Apa dia masih menganggap ku ada? “.

“ Maukah kau menikah dengan ku, Hyun Ah? “.

***

RCL JUSEYOOO~😀 Hargai author ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s