{FF] Regret ( Chapter 7 )

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

 DON’T BE SILENT READERS, PLEASE! 

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

 ~~~

Author POV

Sudah 2 hari ini Hyun Ah tidak keluar apartement. Selama 2 hari ini pula ia menyelesaikan tugas-tugasnya.

Rencananya siang ini ia akan ke kampus dan setelah itu pergi ke kantor ayah Hyun Ah yang jaraknya tak terlalu jauh dari kampusnya.

“Syukurlah tugas-tugasku sudah di kumpulkan semua. Serasa beban sudah tidak ada lagi.” ucapnya seraya berjalan keluar kampus

Hyun Ah memutuskan untuk berjalan ke kantor ayahnya. Saat Hyun Ah sedang berjalan, tiba-tiba ia rasakan ponselnya bergetar. Lalu buru-buru ia angkat.

Sebelum Hyun Ah mengangkatnya, ia tersenyum ketika melihat nama sang penelpon.

“yeoboseyosapa Hyun Ah

“Yeoboseyo chagiya”

 “Ada apa menelponku oppa? Kau rindu padaku lagi ne?”

“aniyo… ne chagi aku rindu padamu, sangat rindu dan ingin menciummu.” Ucapnya Chanyeol manja

“Omooo… Dari pagi sampai siang ini oppa sudah menelponku 4 kali, dan selalu bilang rindu dan ingin menciumku. Cukuplah oppa, telingaku panas.” Ucap Hyun Ah lalu tertawa

“Yaakk chagi, kau jahat. Itu bertanda bahwa aku sangat mencintaimu. Kau tidak ingin jika ada namja setampan ku yang merindukanmu dan ingin menciummu? Kau bisa menyesal nanti.” Balas Chanyeol dengan sombong sembari tertawa

“Ne aku tahu kau sangat mencintaiku. Gomawo oppa kau sudah mencintaiku. Memangnya kau tampan ya oppa?ejek Hyun Ah

Hehe ne cheonmaneyo. Yaakk kau ini! Saat aku SMA banyak  yang menyukai ku. Oh ya chagi, kau sudah bicara pada appamu?  Oh yasudah,  nanti kau telpon aku lagi. Beri tahu aku boleh atau tidaknya ne?” kata Chanyeol lalu memutuskan sambungan telponnya dengan Hyun Ah.

***

Jung Hyun Ah POV

“Oh ya chagi, kau sudah bicara pada appamu?”

“Aku akan berbicara pada appa hari ini. Oppa sudah dulu ya, aku sudah berada di kantor appa. Ne oppa, arraseo.” Ucapku lalu menaruh ponsel pada tas dan berjalan menuju ruang appa.

Sebelum aku masuk ruangan, aku bertanya pada sekertaris pribadinya, apakah ayahku sedang sibuk atau tidak. Seperti yang ku ketehaui, appa memang orang yang super sibuk. Tapi ternyata hari ini ia tidak terlalu sibuk.

Toktok….

Aku mengetuk pintu ruangannya. Lalu ada sautan dari dalam baru aku masuk ruangannya.

“Annyeong appa” sapaku sembari menundukan badan

“Hyun Ah? Tumben sekali kau datang ke sini. Ada apa nak? Appa tau jika kau datang seperti ini pasti ada maunya kan?” Tanya appaku

“Hehehe appa tak pernah berubah dari dulu ya. Pasti tahu apa yang anaknya mau.” Kataku dan tersenyum malu

Aku selalu bersyukur, walupun appaku super sibuk. Iya tak pernah berubah dan tidak melupakan keluarganya. Terimakasih Tuhan, kau sudah memberiku appa sebaik ia.

“Sudah katakan saja nak, tidak usah malu pada appamu yang tampan ini”

“Hahaha kau sudah tua appa, tapi tetap saja ingin dibilang tampan. Emmm… Apa aku boleh ke Korea lagi appa?” tanyaku

“Kau mau ngapain kembali ke Korea? Bukannya beberapa hari yang lalu kau baru kembali dari Korea?” Tanya appa teliti

Aku tidak bisa berbohong padanya. Appaku bukan type orang yang mudah di bohongi. Maka dari itu, aku ceritakan semua apa yang telah terjadi selama aku di Korea dan sampai kembali lagi ke Paris.

Setelah aku ceritakan secara detail pada appa. Akhirnya ia mengerti dan memperbolehkan ku kembali ke Korea.

Setelah itu aku berpamit padanya dan pulang ke apartement

***

Still Jung Hyun Ah POV

Setelah aku sampai di apartement. Ku raih ponselku dan menelpon Chanyeol oppa.

“Yeoboseyo chagiyaucapku penuh dengan semangat

“Yeoboseyo chagi. Ada apa?” tanyanya

“Yaakk oppa kau lupa?! Tadi kau bilang setelah aku berbicara pada appaku, aku harus mengabarimu. Sepertinya namjachinguku sudah tua hahaha.” Ucapku kesal lalu tertawa

Ahh mianhae chagiyaa…. Aku ingat kok sekarang hehe. Mwo? Aku sudah tua? Aniyoo aku tidak tua.” Bela Chanyeol oppa.

Ishh kau baru ingat sekarang setelah aku mengatakannya. Hahaha aku hanya bercanda oppa. Oh ya, aku di perbolehkan kembali ke Korea. Aku akan berangkat besok pagi, supaya aku sampai di Korea tidak terlalu malam.Jelasku

“Jinjja?? Kyaaaa aku sangat senang chagi… Baguslah kalo gitu, aku akan menjemputmu besok di bandara ne. Aku sangat tak sabar menanti kedatanganmu.” kata Chanyeol oppa dengan nada gembira

“Hahaha kau sangat gembira ya oppa? Aku pun sangat tidak sabar. Sudah dulu ya oppa, aku mau menyiapkan barang-barang untuk besok. Jangan dulu menelpon ne? Karena kau akan menggangguku hahaha. Sampai bertemu besok oppa. Saranghae!”

“Tentu saja aku sangat gembira. Oke chagi, aku tidak akan mengganggumu hehehe. Sampai bertemu besok juga. Nado saranghae!” balas Chanyeol oppa

***

Author POV

Pagi ini Hyun Ah terbangun karna alarm yang sengaja ia pasang, sekarang sudah menunjukan pukul 07.00AM

Segeralah ia turun dari tempat tidurnya dan mengambil handuk.

Setelah semua selesai Hyun Ah langsung turun ke lobby dengan tas kopernya untuk menunggu supir yang dikirimkan ayahnya.

Selama perjalanan ke bandara, Hyun Ah memandang jalanan dengan tersenyum manis. Betapa senangnya ia akan kembali ke Korea. Dan ia mengirim pesan pada Chanyeol.

Hyun Ah turun dari mobil dan berjalan dengan cepat menuju ruang tunggu bandara karena 15 menit lagi pesawat dengan tujuan Korea Selatan akan lepas landas.

Setelah Hyun Ah mendengar pengumuman bahwa seluruh penumpang dipersilahkan masuk kedalam pesawat, ia bergegas masuk dan mencari tempat duduknya.

Tak lama setelah ia menduduki tempatnya, pesawat pun lepas landas pada pukul 08.15AM

***

Still Author POV

Chanyeol menyadari ponselnya berdering, ia langsung mengambilnya dengan mata yang masih terkantuk. Tentu saja ia baru bangun tidur.

“Oppa, mungkin kau membaca ini dengan mata terkantuk. Karna aku tahu, jam segini kau pasti masih tidur hahaha.  Oh ya oppa aku sudah berangkat sekarang, do’a kan aku ne semoga aku selamat. Jangan lupa menjemputku ne^^ berpakaian rapih dan wangi ya oppa.  Kau tahu kan aku sangat suka namja yang rapih dan wangi? Jika tidak,  nanti aku tidak akan memeluk dan mencium mu oppa hehehe. Kau tidak perlu membalas pesan ini, ponselku akan di matikan.”

Setelah Chanyeol membaca pesan dari Hyun Ah, ia sudah tidak mengantuk lagi dan menjadi bersemangat, tidak lupa ia pun tersenyum hangat.

***

Park  Chanyeol POV

Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju bandara. Sungguh, saat ini perasaanku sangat senang. Siapa yang tidak senang jika bertemu dengan seorang yang sudah lama tidak bertemu? Apalagi orang yang dicintai.

Kulihat jam yang ada di tangan kananku, sekarang pukul 05.00PM sebentar lagi Hyun Ah akan sampai.

Aku duduk di ruang tunggu bandara Incheon, menunggu dengan tidak sabar. Entah mengapa hatiku begitu berdebar-debar.

3o menit kemudian…..

“Seharusnya Hyun Ah sudah sampai. Tapi kenapa dia belum datang juga?” gumamku

Otakku mulai memikirkan hal-hal buruk.

“Yaaakk! Apa yang kau pikirkan Park Chanyeol?! Ayolah berfikir positif, mungkin pesawatnya delay.”  Ucapku dengan anggukan mantap

1 jam kemudian….

Aku mulai mondar-mandir tak jelas mengelilingi ruang tunggu. Pikiran dan perasaanku tidak karuan, hal-hal buruk itu kembali terlintas di otakku. Justru sekarang semakin kuat.

“Astaga kenapa sampai sekarang belum sampai juga?! Selama inikah delaynya?” 

Mulai kurasakan sesak di dadaku, berkali-kali aku tarik nafas. Tapi tetap saja dadaku terasa sangat sesak.

Aku tetap memantapkan diri untuk menunggu sampai Hyun Ah datang.

2 jam kemudian….

“Mohon perhatiannya kami beritahukan, baru saja terjadi kecelakaan pesawat dengan penerbangan Paris-Korea. Jika ada informasi lebih lanjut, akan kami beritahu secepatnya. Terimaksih atas perhatiannya.”

Aku yang tadi nya sedang menundukan kepala pun segera mengangkat kepala ku. Kecelakaan……? Penerbangan Paris-Korea…? Apa aku salah dengar?

Dengan perasaan yang mulai kacau, aku pun bertanya pada seorang ahjumma yang duduk di seberang ku.

“ Permisi ahjumma, aku ingin bertanya, tadi itu pengumuman apa, ya? Aku tidak mendengarkan dengan seksama tadi, “ tanyaku.

Ahjumma itu berkata, “ ah, tadi itu pengumuman bahwa pesawat dari Paris dengan tujuan Korea mengalami kecelakaan. Kasihan sekali, “.

Aku pun mematung di tempat ku. Jadi….. aku tidak salah dengar?

“ Kau kenapa, anak muda? “ Tanya ahjumma itu sambil menatap ku khawatir.

Aku tidak menjawab. Keringat dingin mulai membasahi tangan dan tubuhku, otak ku seperti tidak berfungsi. Telingaku terasa berdenging, sehingga aku tidak bisa mendengar dengan jelas.

Hyun Ah…..? Hyun Ah ada di pesawat itu…?  

Ahh ini tidak mungkin… Tidak mungkin terjadi…

Aku yakin Hyun Ah dalam keadaan baik-baik saja. Aku yakin ia selamat. Tuhan, tolong  jaga Hyun Ah. Buat ia selamat, jaga Hyun Ah dari segala macam bahaya apapun itu ya Tuhan.

***

Jung Hyun Ah POV

Aku sedang berada di pesawat sekarang. Perjalanan sudah ditempuh selama 8 jam, dan badanku sudah benar-benar pegal sekarang. Bayangkan, duduk terus selama 10 jam! Bagaimana tidak pegal? Bisa-bisa aku terkena jetlag saat sampai di Korea nanti.

Aku merasa ingin pergi ke toilet. Aku pun berdiri dan berjalan ke arah toilet. Kusempatkan untuk mengintip keluar jendela, ternyata sedang hujan deras. Aish, kenapa harus hujan begini, sih?

Setelah selesai, aku pun kembali ke tempat duduk ku. Baru saja aku akan duduk, tiba-tiba terasa getaran yang sangat hebat. Aku segera duduk dan memakai seatbelt ku dengan panic. Aku melihat ke sekililing dan terlihat penumpang lain yang sama panic nya dengan ku.

Terdengar suara pilot dan berkata, “ mohon perhatian para penumpang, saat ini pesawat sedang dalam gangguan. Harap tenang dan mohon tidak melepaskan sabuk pengaman. Para awak kabin kami akan mengecek seluruh keadaan di pesawat. Terima kasih atas perhatiannya, “.

Saat aku melihat pramugari yang baru saja keluar, aku langsung memanggilnya, “ permisi, boleh saya tahu sebenarnya apa yang terjadi saat ini? “

Sang pramugari pun berkata, “ saya juga kurang tahu. Tapi pilot kami akan berusaha untuk menormalkan kembali pesawat, “.

Aku mengangguk kaku dan berusaha meredam rasa panic dan takut yang menyergap tiba-tiba. Getaran semakin hebat membuat semua penumpang, termasuk aku sontak berteriak. Bahkan hapir semua sudah menangis. Kepala ku pusing mendengar semua suara itu, membuat ku semakin panic. Aku mencengkeram pegangan kursi dan menatap cepat kesekeliling.

Pramugari berhamburan untuk menenangkan penumpang yang mulai kalap. Aku langsung menutup mata ku dan mencoba sekuat tenaga untuk menenangkan diri.

Dan, tiba-tiba terdengar suara yang menyakitkan telinga, dan badanku terasa ringan. Aku mencoba membuka mataku sekuat tenaga untuk melihat dengan jelas. Tapi, mata ku terasa berat dan badanku tidak bisa di gerakkan. Seketika, semua pun menjadi gelap. Hanya satu yang ada di pikiran ku saat ini.

Park Chanyeol.

***

To Be Continue…

RCL JUSEYOOO~😀 Hargai author ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s