[FF] Regret ( Chapter 6 )

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

 DON’T BE SILENT READERS, PLEASE! 

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

 ~~~

Park Chanyeol POV

Nafasku tersengal-sengal,dadaku sakit, dan lagi-lagi aku merasakan pusing. Yaa… Baru saja aku bermimpi, bermimpi tentang aku dan Hyun Ah. Sekarang aku ingat semuanya, memang benar Hyun Ah adalah yeojachinguku. Ku pegang dadaku, sekarang kurasakan rasa sayang,cinta,rindu dan semuanya dalam hatiku. Sekarang rasa itu lebih besar lagi. Aku sangat mencintai Hyun Ah.

“Hyun Ah, mianhe… Joengmal Mianhe.”

Kulirik ke arah jam dinding, sekarang pukul 07.00AM. aku berniat untuk bertemu Hyun Ah jam 10.00AM nanti. Mungkin lebih baik aku telpon dia dulu.

“Astaga kenapa tidak di angkat sih telponnya. Tidak biasanya dia seperti ini.” aku berdecak kesal

“Yasudahlah aku ke rumah Baekhyun saja, siapa tahu dia tau dimana Hyun Ah berada dan sekaligus aku ingin membaritahu kabar baik bahwa aku sudah ingat dengan semuanya.” Pikirku

Sekarang sudah pukul 09.00AM. Aku sudah berada di apartement Baekhyun, langsung saja aku ketuk pintunya tanpa menekan bel.

Toktokk…

“Permisi….”

Akhirnya ada yang membukakan pintu. Siapa lagi kalo bukan Baekhyun yang membukakanku pintu.

“Annyeong Baekhyun” sapaku

“Annyeong Chanyeol. Ada apa? Tumben sekali kau datang pagi-pagi.” Jawabnya datar

Aku masuk dan duduk di sofa hitam Baekhyun. Yaa… Sofa ini berwarna hitam, karena Baekhyun menyukai warna hitam. Begitu pula denganku.

“Baekhyun, aku ingin memberitahumu sesuatu.”

“Eh? Memberitahu apa? Memberitahu kalau kau sangat mencintai Ha Hyo?! Iya?!” bentak Baekhyun

“Yaa!! Kenapa kau malah marah?! Aku saja belum memberitahumu, kenapa kau malah marah duluan?!” bentakku tak mau kalah

“Lalu apa?” Tanya Baekhyun sinis

“eehh… emm..”

“Heyy! Cepatlah kalau berbicara, tidak usah basa basi.” Kata Baekhyun

“Emm…. Aku sudah mengingat semuanya. Aku ingat, ingat bahwa Hyun Ah yeojachinguku yang sebenarnya. Semalam aku mimpi, mimpi itu seperti memutar kembali memoriku tentang dirinya dan begitu juga semuanya. Sekarang aku sadar, Ha Hyo adalah milikmu. Miliku adalah Hyun Ah.” Kataku panjang lebar

***

Author POV

Baekhyun masih terdiam mendengar penjelasan bahwa Chanyeol sudah mengingat semuanya.

“Dan sekarang aku datang menemuimu untuk menanyakan dimana Hyun Ah berada. Apa kau tahu Hyun Ah dimana?” Tanya Chanyeol

“A a aku tau dimana Hyun Ah berada sekarang.” Jawab baekhyun terbata-bata

“Dimana? Cepaatt jawab!!”

Sebelum Baekhyun menjawab, dia melirik ke arah jam dinding dan melihat bahwa sekarang pukul 09.40AM. 

“Di dia ada di bandara”

***

Park Chanyeol POV

“Di dia ada di bandara”

“Mwo??!! Apa maksudnya? Kenapa dia ada di Bandara?! Dia akan kemana??!!” tanyaku gelisah

“Dia… Dia akan pulang ke Paris.”

Paris? Mau ngapain Hyun Ah ke Paris? Setelah aku berfikir, sekarang aku tahu kenapa dia ke Paris. Dia akan menyelesaikan kuliahnya disana.

“Baekhyun kumohon antar aku ke bandara. Aku ingin bertemu dengannya, mungkin untuk terakhir kalinya jika ia tak akan kembali lagi ke Korea. Aku ingin memberitahunya bahwa aku sudah mengingat semuanya. Dan aku mencintainya, sangat mencintainya” pintaku dengan memohon

Mungkin karena ia merasa iba denganku, maka ia mau mengantarku ke bandara. Tanpa basa basi, aku dan Baekhyun langsung menuju bandara. Baekhyun mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sebenarnya aku takut karena aku trauma saat kecelakaan waktu itu. Tapi aku lawan rasa takut itu demi bertemu Hyun ah.

“Chanyeol, tolong hubungi Ha Hyo. Suruh dia datang ke Bandara sekarang.” Pinta Baekhyun

Akupun langsung menghubungi Ha Hyo dan menyuruhnya untuk segera datang ke Bandara.

***

Jung Hyun Ah POV

Sekarang pukul 09.45AM. Aku sudah berada di ruang tunggu bandara Incheon. 5 menit lagi, pesawat yang kutumpangi akan berangkat. Selama 5 menit inilah aku memikirkan Chanyeol oppa.

“Oppa, aku sudah tidak tau harus berbuat apa untuk membuatmu mengingat semuanya. Aku sudah menyerah, aku rela melepaskanmu. Terimakasih telah mengisi hatiku selama 2 tahun terakhir ini. Sulit untuk melupakan kenangan kita. Maaf jika aku tak dapat selalu disisimu. Aku akan tinggal di Paris selamanya. Ketika aku tersakiti melihatmu memanggil ‘chagiya’ pada yeoja lain, aku tetap berusaha tegar. Tapi ketahuilah hatiku menangis. Namamu selalu ada dihatiku, selamanya sampai aku mati. Semoga kau bahagia bersama wanita lain, jika kau bahagia maka akupun ikut bahagia walaupun di lubuk hatiku paling dalam tetap ada rasa sakit. Sekali lagi… Saranghae oppa, jeongmal saranghae” ucapku dalam hati

Sudah kudengar panggilan untuk para penumpang pesawat tujuan Paris untuk segera masuk kedalam pesawat. Sebelum aku berdiri, aku menyeka butiran air bening yang tersisa di mataku.

Sekarang aku sudah berada di kursi pesawat. Kupenjamkan mataku dan mengucapkan pelan “Selamat tinggal Korea. Selamat tinggal Chanyeol oppa.”

***

Park Chanyeol POV

Aku turun dari mobil bersama Baekhyun. Aku berlari dan terus berlari tanpa memperdulikan siapa saja yang ku tabrak saat aku lari tadi. Aku mencari informasi mengenai pesawat yang di tumpangi Hyun Ah. Setelah bertanya pada petugas disana, ternyata pesawat Hyun Ah sudah berangkat. Sudah berangkat 15 menit yang lalu

“Aaggghh pabo!! Aku pabo!! Bagaimana bisa aku tidak tahu kalau Hyun Ah kembali ke Paris?! Jeongmal paboya! Kalau begini ceritanya, bagaimana bisa bertemu lagi dengan Hyun Ah? Ya Tuhan, tolong pertemukannaku dengan Hyun Ah. Aku igin ia tahu kalau aku sudah memngingat semuanya dan mencintainya dengan sepenuh hati. Mianhe Hyun Ah, jeongmal mianaheyo.” Teriakku frustasi.

Banyak orang yang memandangku tak wajar. Mungkin karena aku berteriak tadi. Ku acak-acakan rambut dan menjenggutnya keras, hingga kepalaku pusing. Aku berjalan lemas ke arah Baekhyun dan…. Ke arah Ha Hyo, ternyata ia sudah datang.

***

Byun Baekhyun POV

Aku biarkan Chanyeol berlari menjauh dariku. Aku tahu perasaannya khawatir. Aku terlonjak kaget saat sepasang tangan lembut menyentuh lenganku.

“Chagiya…”

“Oppa ada apa ini? Kenapa kau menyuruhku ke bandara?” Tanya Ha Hyo bingung

“ Hyun Ah… Dia kembali ke Paris. Dan Chanyeol sudah mengingat semuanya. Ia ingat bahwa Hyun Ah adalah yeojachingu sebenarnya.” Jalasku

“Mwo?! Kenapa oppa tidak memberitahuku? Dan Chanyeol oppa datang ke bandara untuk bertemu Hyun Ah?”

“Ya seperti itulah.” Jawabku datar

“Chagiya, lihat itu Chanyeol oppa”

Aku melihat Chanyeol berjalan lemas kea rah kami berdua dengan keadaan yang bisa di bilang buruk. Aku khawatir, dan cepat-cepat menghampirinya

“Yeollie, apa yang terjadi? Kenapa kau begini? Bagaimana Hyun Ah?”

“Hyun… Hyun Ah sudah pergi. Pesawatnya baru lepas landas 15 menit yang lalu” jawab Chanyeol. “Kau tahu? Aku sangat bodoh. Aku menyia-nyiakannya begitu saja. Kemungkinan kecil aku dapat bertemu dengannya lagi. Kalau pun nanti akan bertemu lagi, mungkin ia sudah membeciku dan tidak menganggapku sebagai namjachingunya lagi.”

Dapatku lihat mukanya memerah, tangisannya tak terbendung lagi. Butiran air mata yang bening membasahi pipi Chanyeol. Aku tahu, dia merasa sangat bersalah. Pandangannya kosong.

“Sudahlah oppa, tenangkan dirimu. Kau bisa menelponnya saat ia sudah sampai di paris bukan? Ayo kita pulang.” Kata Ha Hyo dengan menyemangatinya 

***

Author POV

“Apa yang dikatakan Ha Hyo ada benarnya juga. Yasudahlah lebih baik pulang, dan nanti akan kutelpon Hyun Ah jika sudah sampai di Paris.” Pikir Chanyeol

Selama perjalanan pulang ke rumah Chanyeol mereka saling diam tidak ada yang mau bicara, Chanyeol hanya memandang sendu keluar kaca. Entah apa yang ia lihat. Tapi pikirannya selalu menuju ke Hyun Ah. Chanyeol merasa kalau dia manusia paling bodoh.

Karena Baekhyun tidak suka dengan suasana seperti ini. Akhirnya ia mulai bicara duluan.

“Yeol, kau mau bubble tea tidak? Akan aku traktir.” Kata Baekhyun

Chanyeol masih terdiam, dan tidak menjawab pertanyaan Baekhyun.

“Oppa!! apa kau tidak salah? Chanyeol oppa kan sedang bersedih. Kenapa kau ajak ia minum bubble tea? Biarkan ia istirahat dulu. Mungkin kepalanya pusing.” Tegur Ha Hyo

“Ahh benar juga yaa. Aku ini pabo atau apa ya. Hehe mianhae chagi” ucap Baekhyun seraya mencubit pipi Ha Hyo

“Hehe ne gwenchana chagi” jawab Ha Hyo sambil mencubit balik pipi Baekhyun

“Yaaa!! Apa-apaan kalian ini?! Bermesraan di mobil dan menghiraukan aku yang sedang bersedih!” bentak Chanyeol

“Ahh mianhae yeol, aku lupa hehe” kata Baekhyun dengan muka memerah. Begitu pula dengan Ha Hyo

***

Park Chanyeol POV

Aku sudah sampai rumah sejak jam 1 siang tadi. Sekarang pukul 08.00PM, aku masih memandangi ponselku. Aku tersenyum memandangi layar ponselku, karena wallpappernya adalah foto aku dan Hyun Ah.

“Dia sudah sampai belum ya? Akan ku coba telpon, jika tidak bisa di hubungi mungkin ia masih dalam perjalanan.”

Kucoba berkali-kali, tapi tetap saja tidak bisa dihubungi. Mungkin ia masih di Pesawat.

“Yasudah akan aku telpon besok pagi saja. Aku yakin dia sudah sampai besok pagi.” Gumamku

Aku memutuskan untuk tidur, memang tak biasanya aku tidur lebih awal. Tapi karena aku lelah, maka aku tidur lebih cepat. Sebelum aku tidur aku berdoa. “Ya Tuhan jaga Hyun Ah untukku. Aku masih ingin melihatnya. Aku yakin ia adalah jodohku” tak lama setelah berdoa mataku tertutup rapat.

***

Jung Hyun Ah POV

Setelah 13 jam perjalanan aku sampai di Paris. Ayah sudah mengirim supirnya untuk menjemputku di bandara. Badanku serasa remuk karena terlalu capek. Yaa… capek fisik juga capek batin. Sampai sekarang pun aku tetap memikirkan Chanyeol oppa. aku berharap semoga ia dalam keadaan baik-baik saja.

Sesampainya aku di apartement. Aku langsung menghempaskan tubuhku ke kasur tanpa mengganti pakaian dulu.

***

Park Chanyeol POV

Kubuka sedikit demi sedikit kedua kelopak mataku. Sinar matahari di pagi yang cerah inilah yang membangunkanku dari tidur. Aku menatap langit-langit kamarku sembari memikirkan Hyun Ah.

“Hyun Ah, jika Tuhan memberikanku kesempatan. Aku akan meminta kau selalu ada di sisiku.” Gumamku pelan.

“Aigooo… Sekarang sudah pagi, pasti Hyun Ah sudah sampai di Paris. Aku harus menelponnya.”

Kuambil ponsel yang ada di meja sebelah kasurku dan langsungku telpon Hyun Ah. Semoga ponselnya sudah dapat di hubungi dan aku bisa jelaskan semua padanya.

***

Jung Hyun Ah POV

Drrrtt…

“Aahh siapa yang menelpon sepagi ini?! tidak tahu apa aku sedang capek?! Aagghh” aku berdecak kesal

Langsung saja ku angkat tanpa melihat nama yang tertera di layarnya

“Hallo” ucapku dengan nada lemas

“Yeoboseyo”

“Eh? Nuguseyo?” tanyaku

“Hyun Ah… I ini a aku Park Chanyeol.”

Aku bangun dan langsung duduk, mataku terbelalak dan mulutku membulat mendengar nama penelpon.

“O op oppa? a ada apa menelponku?” tanyaku terbata-bata

“Hyun Ah mianhe… Jeongmal mianhe.” Ucap Chanyeol oppa

“Eh? Mianhe untuk apa? Kau kenapa oppa? suaramu berbeda, kau menangis?” tanyaku khawatir

“ Maaf aku membuat hatimu sakit dan kecewa. Mianhae aku sempat melupakanmu. Kau tahu Hyun Ah? sekarang aku mengingat semuanya. Semua terekam kembali dalam pikiranku semua tentangmu, tentang kita . Kau yeojachinguku yang sebenarnya. Saranghae Jung Hyun Ah… Jeongmal Sarangahe”

Seketika tubuhku lemas, tangan kiri menutup mulutku,  bibirku bergetar hebat dan tubuhku berguncang. Aku terisak,  terisak hebat. Tanpa henti air mata terus mengalir. Kurasakan dadaku yang begitu sesak. Aku mencoba mengatur nafas dan kembali berbicara pada Chanyeol oppa.

“Mwo??!! Kau mengingat semuanya? Kau ingat padaku oppa? Kau jahat oppa!! kenapa kau selalu membuat hatiku sakit? Kau tidak mengerti perasaanku! Rasanya aku ingin mati oppa. Kau mengingat semuanya, tapi aku tidak ada di sampingmu. Sakit oppa… sangat sakit.” Kataku dengan isakan keras

“Oppa kira aku tidak sakit melihat oppa memanggil ‘chagiya’ pada yeoja lain? Di depanku?!?! Aku sakit oppa! kau tahu? rasanya seperti ditusuk dengan pedang berkali-kali! Sakit kan oppa? Nah itu yang kurasakan! Kau bisa mengerti sekarang?!”

***

 

***

Author POV

“Mwo??!! Kau mengingat semuanya? Kau ingat padaku oppa? Kau jahat oppa!! kenapa kau selalu membuat hatiku sakit? Kau tidak mengerti perasaanku! Rasanya aku ingin mati oppa. Kau mengingat semuanya, tapi aku tidak ada di sampingmu. Sakit oppa… sangat sakit.” Kata Hyun Ah merintih

“Oppa kira aku tidak sakit melihat oppa memanggil ‘chagiya’ pada yeoja lain? Di depanku?!?! Aku sakit oppa! kau tahu? rasanya seperti ditusuk dengan pedang berkali-kali! Sakit kan oppa? Nah itu yang kurasakan! Kau bisa mengerti sekarang?!”

Mendengar Hyun Ah berkata seperti itu, membuat Chanyeol ingin memeluknya dan membiarkan ia menangis dalam pelukannya. Hatinya pun ikut sakit ketika Hyun Ah mengatakan hatinya sakit.

“Hyun Ah cukup, kumohon jangan menangis. Aku tak tega jika ada yeoja yang menangis. Aku tahu hatimu sakit. Jebal, maafkan aku. Mianhae jika selalu membuat hatimu sakit. Uljima…. Jika kau menangis maka akan membuatku semakin bersalah. Aku menyayangimu, aku mencintaimu! Kau tidak bisa percaya pada perasaanku ini? Apa yang harus kulakukan agar kau percaya?” Ucap Chanyeol memohon sembari menangis

“Sudah oppa, aku sudah memaafkanmu. Aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku. Kau tidak perlu melakakukan apa pun untukku, cukup mencintaiku dan jangan pernah pergi dari ku lagi. Hanya itu yang harus kau lakukan oppa, dengan begitu aku akan percaya padamu.” Ucap Hyun Ah dan menyeka air mata yang tersisa di matanya.

“Terimakasih chagi, sekali lagi maafkan aku ne? Saranghaeyo!!”

“ Ne… Nado saranghaeyo oppa!” kata Hyun Ah dengan hati tulus

***

Jung Hyun Ah POV

Betapa bahagianya aku sekarang mendengar dari mulutnya sendiri, jika Chanyeol oppa sudah mengingat semuanya dan berkata bahwa ia sangat mencintaiku. Aku benar-benar tidak menyangka Chanyeol oppa akan mengingat ku lagi. sebelum aku pulang ke Paris, harapan Chanyeol mengingatku ku lagi terasa sebagai ironi. Tapi, tiba-tiba Chanyeol hadir dalam hidupku. Ya Tuhan, terimakasih kau sudah mengembalikan pujaan hatiku kepadaku. Mulai sekarang aku akan mencintainya sepenuh hatiku.

Pagi ini aku tersenyum manis, tiba-tiba sekarang aku menjadi semangat. Tak ada lagi sedih yang selalu setia menemaniku. Tapi kebahagianlah yang selalu setia padaku sekarang.

“Mungkin aku harus menyelesaikan tugas kuliahku yang menumpuk, setelah selesai akan ku berikan pada guru mata pelajaran masing-masing.” Ucapku

Setelah aku mandi dan sarapan, dengan semangat penuh aku kerjakaan semua tugas yang sudah menantiku ini. Disela-sela aku mengerjakan tugasku, aku memikirkan Chanyeol oppa. Betapa aku rindu padanya. Ingin sekali ku peluk ia dan menciumnya.

“Ashh apa yang kau pikirkan Hyun Ah. Kerjakan saja dulu tugasmu, baru kau fokus memikirkan Chanyeol oppa.” gerutuku sendiri

*** 

To Be Continue……

RCL JUSEYOOO~~😀 Hargai author yaaa^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s