[FF] Regret ( Chapter 4 )

Ini dia chapter 4 nya~~ Enjoy!😉 FYI, disini baru deh ada NC nya~ hohoho

 

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

 DON’T BE SILENT READERS, PLEASE! 

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

 ~~~

Byun Baekhyun POV

Aku membawa Ha Hyo ke apartemen ku. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bicara antara aku dan Ha Hyo. Aku tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Ha Hyo, sedangkan aku sedang mencerna apa yang terjadi barusan. Aku pergi meninggalkan Ha Hyo bersama Chanyeol, tapi saat aku kembali, aku melihat Chanyeol memanggil Ha Hyo ‘chagiya’ dan mengaku-aku sebagai namjachingu Ha Hyo. Apa sebenarnya yang ada dipikiran Chanyeol? Aku benar-benar kesal padanya sekarang.

Setelah sampai di apartemen ku, aku segera meminta Ha Hyo untuk menjelaskan lagi kepadaku.

“ Chagiya, kau bisa jelaskan lagi kepadaku apa yang sebenarnya terjadi? “ Tanya ku lembut pada Ha Hyo.

Ha Hyo mengangguk dan mulai menjelaskan panjang lebar. Aku tidak memotong sedikitpun penjelasannya. Dan, saat aku mulai mengerti keadaannya seperti apa, hatiku mencelos.

“ jadi… sekarang ini, Chanyeol menganggap mu yeojachingunya? “ Tanya ku pelan sambil menerawang.

Ha Hyo menatapku sedih dan mengangguk. Aku pun menghela nafas berat. Ya Tuhan, aku tidak rela jika yeojachinguku dibagi kepada sahabatku sendiri. Aku tahu kalau ini karena kecelakaan, bukan murni dari hati Chanyeol. Tapi, rasanya sakit sekali. Mata ku mulai memanas memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk bahwa Chanyeol malah benar-benar menyukai yeojachinguku yang sangat ku sayangi ini.

Ha Hyo menyentuh tanganku dan berkata pelan, “ oppa… oppa, tidak apa-apa? “. Aku menolak untuk menatapnya, karena aku merasa mataku mulai kabur oleh air mata.

“ Aku…. tidak bisa bilang aku aku tidak apa-apa sekarang. Maaf, “ kataku pelan sambil tetap mengalihkan pandangan dari Ha Hyo. Tanganku terkepal keras dan aku menggigit bibir untuk menahan air mata. Aku tidak boleh menangis….. tidak boleh di depan Ha Hyo. Aku tidak mau dia khawatir.

Tapi, sepertinya Ha Hyo bisa melihat mata ku. Ha Hyo memegang lengan ku dan berkata, “ oppa, tatap aku “. Aku menoleh pelan dan menatap matanya dalam.

Tes. Air mata ku menitik.

Ha Hyo sepertinya terkejut melihatku menangis. Aku menaruh kedua tanganku di pipinya dan menatapnya dalam, “ kau tahu? Aku ingin menjadi orang egois sekarang. Aku tidak mau kau dibagi dengan Chanyeol. Aku tahu perasaan Chanyeol padamu bukan benar-benar berasal dari hati, tapi….. sakit. Hati ku sakit melihat mu bersama Chanyeol seperti tadi. Aku… aku tidak mau, “.

Aku menghela nafas berat. Aku baru menyadari bahwa air mata ku sudah menetes dengan deras dan Ha Hyo pun sudah berkaca-kaca.

“ Boleh aku menjadi orang egois sekarang? “ tanyaku pada Ha Hyo. Ha Hyo mengangguk, diikuti dengan air matanya yang menitik.

Aku mendekatkan wajahku dan menempelkan bibirku di bibirnya. Aku bisa merasakan hawa panas dari wajah Ha Hyo. Aku memegang dagu nya dan menatap matanya yang sekarang tertutup. Aku bisa merasakan air mata Ha Hyo mulai menitik lagi.  

Aku mulai melumat bibir atas nya, lalu yang bawah. Aku pun menggigit bibir bawahnya pelan.

“ Ahhh.. “ aku mendengar desahannya saat lidahku mulai masuk kedalam mulutnya dan mengabsen seluruh giginya. Tak lupa aku mengajak lidahnya untuk bermain bersama ku.

Aku menarik pinggul Ha Hyo sehingga ia sekarang duduk di pangkuan ku. Tangannya pun dikalungkan di leher ku. Ciumanku mulai memanas, pelan tapi seakan menuntut. Aku memeluk pinggangnya erat dan memperdalam ciuman kami. Ha Hyo yang seperti nya sudah terbuai pun meremas rambutku.

Aku mulai melumat bibir atas nya, lalu yang bawah. Aku pun menggigit bibir bawahnya pelan.

“ Ahhh.. “ aku mendengar desahannya saat lidahku mulai masuk kedalam mulutnya dan mengabsen seluruh giginya. Tak lupa aku mengajah lidahnya untuk bermain bersama ku.

Aku menarik pinggul Ha Hyo sehingga ia sekarang duduk di pangkuan ku. Tangannya pun dikalungkan di leher ku. Ciumanku mulai memanas, pelan tapi seakan menuntut. Aku memeluk pinggangnya erat dan memperdalam ciuman kami. Ha Hyo yang seperti nya sudah terbuai pun meremas rambutku.

“ eunghh.. shhh “ desahnya. Aku mulai meraba tubuhnya pelan membuat Ha Hyo sedikit bergidik.

“ mmmhh… “ aku benar-benar tidak tahan mendengar desahannya.

Aku menidurkannya di sofa dan menindihnya. Aku menopang tubuhku dengan siku supaya tidak terlalu menimpanya. Aku menatapnya lembut dan berkata, “ boleh aku melakukannya sekarang? “. Aku tidak akan meneruskannya jika memang Ha Hyo belum siap. Tapi, ternyata Ha Hyo mengangguk.

Aku pun langsung mencium nya lagi, kali ini lebih panas. Lidahnya berperang dengan lidahku, sehingga terdengar decakan-decakan. Kami saling bertukar saliva. Tanganku mulai masuk ke dalam baju nya dan mengelus perut nya pelan.

“ mmhhh shhh.. op..pa mhh “.

“ Panggil nama ku, chagi “ pinta ku.

Aku menjauhkan kepalaku dan mulai mencium leher putihnya, “ mmhhh.. Baekhyun oppa..hhhh “. Ia mendongakkan kepalanya sambil meremas rambutku. Aku membuat kissmark di lehernya dan berkata, “ Ini tanda bahwa kau milikku chagi. Selamanya. Saranghae “. Kulihat Ha Hyo tersenyum haru dan mengangguk, “ nado saranghae, oppa “.

Aku menggendongnya ke kamar ku dan melanjutkan kegiatan kami. Setelah ini, Ha Hyo akan menjadi milikku seorang. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh yeojachingu ku, tanpa kecuali.

***

Jung Hyun Ah POV

06.00AM KST..

“Hoaamm”

Aku menutup mulutku karna menguap di pagi hari ini. Astaga, ternyata aku tertidur di ruang tunggu rumah sakit. Sedetik kemudian aku ingat kepada Chanyeol oppa. “Apa Chanyeol oppa sudah sarapan ya?” gumamku

Aku memutuskan untuk pulang ke Apartementku. Sesampainya disana aku mulai memasak makanan kesukan Chanyeol oppa. Aku berharap saat ia memakan makanan yang ku buat ini, dia bisa mengingat sedikit tentangku. Yaa aku sangat berharap.

Selesai memasak, aku langsung kembali ke rumah sakit dan menuju kamar Chanyeol oppa

Kulihat seorang suster menuju ruangan Chanyeol oppa sambil membawa makanan. Tapi buru-buru aku mencegatnya dan berbicara pada suster. “Permisi, apa ini makanan untuk pasien bernama Park Chanyeol?” tanyaku

“Ya benar” jawan suster singkat

“Bolehkah makanan ini di gantikan dengan makanan yang kubawa ini? Aku yakin Chanyeol akan menyukainya. Karena ini makanan kesukaannya.” Pintaku dengan memohon

“Oh begitu.. Baiklah” jawab suster yang mulai berjalan meninggalkanku.

Sebelum aku masuk kedalam kamar 088 ini, aku menghela nafas berat.

“Annyeonghasimnika oppa” Sapaku pada Chanyeol

“Ne annyeong” jawabnya lembut. “Kau datang lagi?” lanjutnya

“Ne oppa, aku membawakanmu sarapan”

“Wah, kau baik sekali. Gomawo ne” jawabnya dengan senyum merekah

“Hehehe ne kamsahamnida oppa” jawabku dengan pipi memerah

Aku mulai menyiapkan makanan. Aku memasak nasi goreng untuknya.

“Oppa ini nasi goreng untukmu. Makanan ini jarang ada di korea, semoga kau suka ne.”

Chanyeol mulai memakannya

“Eemm.. Ini enak sekali.” Kata Chanyeol

Tanpa sadar aku tersenyum

“Eemm oppa, apa kau sebelumnya pernah memakan nasi goreng?” tanyaku ragu.

“ehhmm… Sepertinya pernah, karena rasa nasi goreng ini seperti sering aku rasakan.” Jawabnya “akhh aku melihat bayangan di mataku. Itu seperti ada….” Ia mengedip-ngedipkan matanya dengan kepala menunduk

Aku berharap semoga ia bisa melihat aku di bayangan itu

“Ada seseorang yeoja yang memasak nasi goreng. Tapi entah, aku tak bisa melihat jelas. Akkhh aku pusing.” Ia memegang kepalanya.

Aku mulai khawatir dan mendekatinya. “Oppa? Gwenchana? Sudah kau istirahat saja, jangan ingat-ingat lagi ne?” tanyaku khawatir sambil membantu merebahkan tubuhnya ke tempat tidur

“Ah ne..” jawabnya pelan

***

Shin Ha Hyo POV

Aku terbangun dari tidurku dan menatap ke sekeliling. Aku lupa aku dimana sekarang. Aku menoleh ke samping dan aku melihat Baekhyun oppa sedang memelukku. Oiya, aku baru ingat. Aku ada di apartemen Baekhyun oppa.

Aku melihat ke balik selimut dan menghela nafas. Tadi malam, aku baru saja melakukan ‘sesuatu’ dengan Baekhyun oppa, dan pada akhirnya sekarang aku sudah miliknya seutuhnya. Terbersit rasa senang di hati ku. Aku memang benar-benar mencintai Baekhyun oppa dengan sepenuh hati.

“ eughhh “.

Aku menoleh dan menatap Baekhyun oppa yang sepertinya terbangun. Aku melihatnya membuka mata dan mengerjapkan mata. Lucu sekali. Aku pun tersenyum hangat. Baekhyun oppa menatapku dan balas tersenyum.

“ Selamat pagi, chagiya, “ kata Baekhyun oppa sambil mencium kening ku.

“ Pagi, oppa. Oppa mau kubuatkan sarapan? “ tawarku.

Baekhyun oppa mengangguk dan memelukku erat, “ gomawo untuk semalam, chagi “. Aku mengangguk dan balas memeluk Baekhyun oppa.

“ Yasudah, sekarang aku mandi dulu ya. Aku akan membuatkan oppa sarapan setelah mandi, “ aku berniat beranjak, tetapi Baekhyun menahan ku dan menarikku lagi.

“ Waeyo, oppa? Oppa memangnya tidak lapar? “ tanyaku. Aku melihatnya mengeluarkan smirknya.

Baekhyun balik menatap ku dan berkata, “ aku ingin lagi, chagi “. Aku segera melongo. Baekhyun naik ke atas ku dan hendak menciumku, tapi aku tahan.

“ Aku lelah, oppa. Badan ku pegal-pegal, tahu. Lain waktu saja, ya “. Aku mencium bibirnya sekilas dan segera berlari ke kamar mandi. Aku tertawa di kamar mandi, berhasil mengerjai Baekhyun oppa.

***

Shin Ha Hyo POV

Aku memasak sarapan untukku dan Baekhyun oppa. Tiba-tiba, sebuah tangan melingkari perutku.

“ Oppa, “

Baekhyun tersenyum dan menaruh dagunya di bahu ku.

“ Aku lapar, chagi, “ kata Baekhyun oppa. Aku tersenyum mendengarnya dan berkata, “ sebentar ya oppa, sebentar lagi matang kok “.

Tapi, kulihat Baekhyun oppa menggeleng dan berkata, “ aku ‘lapar’, chagiya “. Baekhyun oppa mencium pundakku, membuatku bergidik.

“ Sudah, oppa. Jika oppa terus melakukan itu, aku tidak akan memberi oppa makan, “ ancam ku.

Baekhyun oppa mempoutkan bibirnya dan duduk manis di ruang makan. Aku menahan tawa melihatnya.

“ Oiya, chagiya. Aku baru dapat berita kalau Chanyeol sudah boleh pulang hari ini, “ kata Baekhyun sambil memainkan ponselnya.

Aku terkejut mendengarnya. Aku sangat senang, “ jinjayo? Akhirnya, Chanyeol oppa sudah sembuh. Hari ini kita kerumahnya ya oppa, “. Aku tersenyum lebar. Tapi, kulihat Baekhyun oppa cemberut.

“ Kau sepertinya sangat senang mendengar Chanyeol sudah keluar dari rumah sakit, “. Seketika aku tertawa, Baekhyun oppa ternyata cemburu.

“ Aigoo oppa, kenapa kau cemburu? Aku dengan Chanyeol oppa hanya sebatas teman kok. Aku menganggapnya kakak. Oppa tidak perlu khawatir, ne? “ kataku sambil mengelus pipi Baekhyun oppa.

“ Buktinya apa? “ tanya Baekhyun oppa. Aigo, dia kadang bisa sangat kekanak-kanakan. Aku tersenyum sambil menaruh makanan di meja makan.

“ Oppa mau apa memangnya? “ tanyaku sambil duduk di depannya.

Baekhyun pun menampilkan smirknya lagi dan berkata, “ aku ingin kau, chagi “.

Aku pun mendecak kesal. Pasti Baekhyun oppa ada mau nya.

***

Park Chanyeol POV

Siang ini dokter mengatakan bahwa aku boleh pulang. Aku berharap semoga Ha Hyo menjemputku dan ia dapat merawatku sampai aku sembuh total di rumah.

“Aku harus beritahu Ha Hyo bahwa aku sudah boleh pulang dan memintanya untuk menjemputku.” Gumam ku sambil mengambil ponsel yang ada di meja.

Ku cari nomer ponsel Ha Hyo di kontak. Aku langsung menekan tanda hijau di ponsel. “Yeoboseyo, chagiya hari ini aku sudah boleh pulang. Bisakah kau menjemputku? Ahh ne ku tunggu yaa”

***

Jung Hyun Ah POV

Aku sangat bersyukur Chanyeol oppa sudah bisa pulang siang ini. Kulihat jam tanganku, sekarang pukul 12 kurang. Aku berniat untuk mengajaknya pulang. Tapi ku urungkan niatku ketika kudengar Chanyeol oppa sedang menelpon seseorang.

 “Yeoboseyo, chagiya hari ini aku sudah boleh pulang. Bisakah kau menjemputku? Ahh ne ku tunggu yaa”

Aku terdiam mendengar ia menelpon dengan menyebutkan ‘chagiya’. Aku tersenyum pahit, aku tahu siapa yang ia telfon. Tentu saja yeoja tak tau diri itu, siapa lagi jika bukan Shin Ha Hyo.

“Ya Tuhan kuatkan aku jika setiap hari ia harus mengucapkan ‘chagiya’ kepada yeoja lain yang jelas-jelas bukan yeojachingunya sendiri. Tapi aku bisa apa ya Tuhan, jika dia belum mengingatku tidak akan ada yang berubah. Jika itu yang membuatnya senang, aku rela.” Gumamku dengan menitikan airmata

***

Author POV

Baekhyun dan Ha Hyo sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Baru saja tadi Chanyeol menelepon Ha Hyo, meminta yeoja itu untuk menjemputnya. Baekhyun segera menyuruh Ha Hyo untuk mengatur dalam mode loud speaker. Amarah Baekhyun tersulut saat Chanyeol lagi-lagi memanggil Ha Hyo ‘chagiya’. Tapi, Ha Hyo segera menenangkannya.

“ Chagiya, saat bersama Chanyeol, kau jangan terlalu dekat dengannya, ne? “ pinta Baekhyun.

Ha Hyo terkejut mendengar permintaan Baekhyun. Baekhyun melanjutkan, “ aku tidak mau kau terlalu dekat dengannya selama dia masih menganggap mu yeojachingunya, chagi. Hati ku sangat sakit, “. Ha Hyo pun menatap Baekhyun dan tersenyum lembut, “ ne, oppa. Aku tidak akan terlalu dekat dengannya “. Baekhyun pun tersenyum dan mengelus rambut Ha Hyo.

Sesampainya di rumah sakit, Baekhyun dan Ha Hyo segera menghampiri Chanyeol yang terlihat dengan memainkan ponselnya. Baekhyun berdeham, membuat Chanyeol berjengit kaget.

“ Chagiya, kau sudah datang? “ kata Chanyeol sumringah. Chanyeol mendekati Ha Hyo dan hendak memeluknya, tetapi Baekhyun segera menarik Ha Hyo ke belakangnya.

Chanyeol menyerngit dan berkata, “ kau yang waktu itu mengaku sebagai yeojachingu Ha Hyo, kan? “. Lalu Chanyeol menatap Ha Hyo dan melanjutkan, “ chagiya, kenapa kau mengajaknya kesini? Aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku sangat merindukan mu, chagi “.

Chanyeol hendak menarik tangan Ha Hyo, tapi Baekhyun segera menahan pundak Chanyeol. Baekhyun menatap Chanyeol tajam dan berkata dengan dingin, “ kau, jangan sentuh dia “. Tapi Chanyeol tetap bersikeras untuk meraih tangan Ha Hyo.

“ YA! Kubilang jangan menyentuhnya sedikit pun! “ Baekhyun mengangkat tangannya, hendak menonjok Chanyeol, tapi tangannya di tahan oleh Ha Hyo.

“ Oppa, jangan, “ kata Ha Hyo pelan.

Baekhyun tidak menatap Ha Hyo, tapi dia berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Ha Hyo.

“ Oppa… “ kata Ha Hyo lagi. Baekhyun menghempaskan tangannya dan mengerang kesal. Lalu Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol sehingga mereka hanya berjarak beberapa centi.

“ Kau, jangan kau coba-coba menyentuh yeojachingu ku dan jangan memanggilnya ‘chagiya’ lagi. Aku muak mendengarnya, “ Baekhyun berkata dengan dingin dan menunjuk dada Chanyeol dengan telunjuknya, “ dan, kau itu harus ingat bagaimana keadaan mu sebenarnya. Perasaan mu pada Ha Hyo….. itu hanya sementara. Jadi, aku peringatkan kau dari sekarang. Mengerti? “.

Setelah berkata seperti itu, Baekhyun segera menarik Ha Hyo keluar kamar. Chanyeol pun mengikuti mereka dan Baekhyun pun mengantarkan Chanyeol ke rumahnya. Selama perjalanan, Baekhyun menahan amarahnya. Ia sengaja menyuruh Chanyeol duduk di belakang sendirian. Ia tidak mau melihat yeojachingunya di sentuh lagi oleh Chanyeol. Entah bagaimana akhirnya nanti persahabatan Baekhyun dengan Chanyeol, Baekhyun tidak peduli. Yang penting sekarang, Baekhyun harus menjauhkan sementara Ha Hyo dan Chanyeol.

***

Park Chanyeol POV

Aku masih teringat dengan perkataan Baekhyun tadi

“ dan, kau itu harus ingat bagaimana keadaan mu sebenarnya. Perasaan mu pada Ha Hyo….. itu hanya sementara. Jadi, aku peringatkan kau dari sekarang. Mengerti? “.

“Apa maksud Baekhyun berkata seperti itu?! Aku sama sekali tidak mengerti. Jelas-jelas aku namjachingunya, pasti perasaan ku dengan Ha Hyo selamanya. Aku memang lupa ingatan, tapi apa mungkin perasaan ku pada Ha Hyo itu hanya karena kecelakaan? Ah sudahlah aku pusing memikirkannya.” Kataku dalam hati   

***

Author POV

Chanyeol sudah sampai di rumahnya. Chanyeol mengajak Baekhyun dan Ha Hyo mampir dulu ke rumahnya. Dengan setengah hati, Baekhyun menerima nya. Mereka bertiga sekarang sedang berada di ruang tamu rumah Chanyeol.

“ Chagiya, aku boleh minta sesuatu? “ Tanya Chanyeol.

Baekhyun yang mendengar Chanyeol memanggil Ha Hyo dengan ‘chagiya’ pun segera menatap Chanyeol tajam, tapi Chanyeol tidak gentar.

Ha Hyo melirik Baekhyun cemas dan berkata ragu, “ minta apa, oppa? “.

“ Aku mau selama aku masih belum pulih, kau merawatku. Bagaimana? Kau bisa menginap disini. Rumah ku memiliki kamar untuk tamu, jadi ka- “

“ TIDAK! “.

Chanyeol dan Ha Hyo tersentak mendengar teriakan Baekhyun. Baekhyun segera menarik kerah baju Chanyeol dan menonjoknya tetap di pipi, membuat Chanyeol tersungkur ke lantai.

“ Apa-apaan kau?! Kau menyuruh Ha Hyo untuk merawat mu dan menginap di rumah mu? Otak mu kemana? Kau kira aku bodoh, hah?! Kau pasti akan mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi! “.

Baekhyun hendak memukul Chanyeol lagi, tapi Ha Hyo menahan tangannya, “ Oppa! “.

“ Diam, Ha Hyo. Aku tidak akan berhenti sekarang. Kesabaran ku sudah habis. Kau kira aku tidak muak melihat mu bersama namja kurang ajar ini?! “ sahut Baekhyun dingin.

Ha Hyo yang baru sekali itu di bentak oleh Baekhyun pun segera mundur dan menundukan kepala.

Baekhyun menghampiri Chanyeol dan berlutut di depannya sambil mencengkram kerah Chanyeol, “ Kau memang sahabat ku, Chanyeol. Tapi, bukan berarti kau boleh seenaknya memperlakukan Ha Hyo seperti itu! Kau benar-benar sudah menghapus kepercayaan ku pada mu. Aku kecewa padamu, Chanyeol, “. Baekhyun kembali menonjok Chanyeol, membuat ujung bibir Chanyeol robek.

Chanyeol menyeka darah nya yang menetes dan berkata, “ kenapa kau begitu marah? Aku ini namjachingu Ha Hyo, tentu saja aku berhak melakukan apa saja dengan nya “.

Baekhyun segera menarik Chanyeol bangun dan mendorongnya ke dinding.

“ Kau benar-benar sudah kelewatan. TENTU SAJA AKU MARAH!! AKU ITU NAMJACHINGU HA HYO YANG SEBENARNYA!! KAU BOLEH MELUPAKAN HYUN AH, TAPI BUKAN BERARTI KAU LANGSUNG MENGANGGAP HA HYO SEBAGAI YEOJACHINGU MU! KAU DENGAR, TIDAK?! “. Baekhyun berteriak di depan wajah Chanyeol hingga terengah-engah. Emosinya benar-benar sudah meluap. Baekhyun pun melanjutkan, “ aku tidak tahu apa setelah ini masih bisa memaafkan mu atau tidak “.

Baekhyun menarik tangan Ha Hyo yang sedari tadi terdiam dan mengajaknya pulang.

Selama di mobil, Ha Hyo tidak menatap Baekhyun. Baekhyun pun segera merasa sangat bersalah telah membentak Ha Hyo tadi.

Baekhyun meraih tangan Ha Hyo, dan mengeratkan genggamannya saat Ha Hyo hendak melepaskannya.

“ Jeongmal mianhae, chagi. Aku benar-benar tidak terkontrol tadi, aku benar-benar merasa bersalah sudah membentak mu tadi “ kata Baekhyun. Tapi, Ha Hyo tidak merespon.

Baekhyun menghela nafas dan segera menepikan mobil. Baekhyun menarik dagu Ha Hyo agar yeoja itu mau menatapnya. Baekhyun menatapnya dalam dan berkata, “ aku benar-benar minta maaf, chagi. Aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku terhadap Chanyeol tadi. Aku…. aku tidak mau Chanyeol memperlakukan mu seperti itu. Hanya aku yang boleh melakukan apa pun padamu. Jeongmal mianhae, chagi. Kau mau kan memaafkan ku? “.

Perasaan Baekhyun menjadi lega saat Ha Hyo mengangguk. Baekhyun segera mencium kening Ha Hyo lama. Mereka pun berpandangan lama sambil saling tersenyum.

Baekhyun pun teringat sesuatu. Ia harus secepatnya menghubungi seseorang.

***

Jung Hyun Ah POV

Aku sedang duduk melamun memikirkan Chanyeol oppa. Tapi lamunanku teralihkan ketika ponsel ku bergetar.

Ddrrttt….

 Aku megambilnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselku.

“Baekhyun oppa?” gumamku “Yeoboseyo oppa, ada apa?” tanyaku

“Apa kau ada waktu? Aku dan Ha Hyo mau bertemu dengamu.”

“Ne aku bisa oppa.”

“kita bertemu di cafe waktu itu ne.”

“Ne arraseo.” 

Ku tutup telpon dan bersiap menuju cafe.

*** 

To Be Continue…..

RCL JUSEYO~ Hargai author yaa😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s