[FF] Regret ( Chapter 3 )

Ini dia chapter 3 nya~~~ Enjoy!😉

 

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

 DON’T BE SILENT READERS, PLEASE! 

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

 ~~~ 

Jung Hyun Ah POV

“mwo??!! Kau tidak mengenalku?” Mataku terbelalak saat ia bilang tidak mengenalku.

Yaa lagi-lagi hatiku sakit, tak bisa kutahan lagi tangisan ini, aku menangis di hadapannya yang terlihat bingung. Kenapa bisa, kenapa ia tidak mengenal yeojachingunya sendiri? Apa yang terjadi padanya?!

***

Byun Baekhyun POV

Aku benar-benar marah pada Hyun Ah sekarang. Berani-berani nya dia membentak Ha Hyo didepan ku, bahkan menamparnya! Aku benar-benar tidak habis pikir dengan yeoja itu.

Saat ini, aku sedang berada di ruang tunggu pasien bersama Ha Hyo. Sedari tadi, Ha Hyo tidak berbicara apa-apa. Aku menatapnya resah. Bisa dengan jelas kulihat pipi sebelah kanannya memerah karena tamparan Hyun Ah.

“ Chagiya, gwechanayo? “ tanyaku sambil menatapnya. Tapi, Ha Hyo bergeming. Dia tidak menjawab apa-apa.

Aku menyentuh bahunya, “ chagiya, kau dengar aku? “.

Ha Hyo pun menoleh dan berkata, “ hm? Apa bicara apa barusan? Mianhae tadi aku melamun “ kata Ha Hyo sambil terkekeh pelan.

Hatiku sakit melihat Ha Hyo yang berusaha tegar di depan ku. Walaupun Ha Hyo tertawa, tapi aku bisa melihat kilat kesedihan di matanya.

“ Kau tidak usah bohong. “.

Ha Hyo menoleh, “ eh? Aku bohong apa? “. Aku menghela nafas dan berkata pelan, “ aku tahu kau sedih. Kau tidak usah pura-pura tegar didepanku. Mata mu tidak bisa bebohong “.

Ha Hyo terdiam dan berkata, “ Ah, apa maksud oppa? Aku tidak sedih kok. “. Tapi, lagi-lagi, matanya tidak bisa berbohong. Aku bisa melihat mata Ha Hyo yang mulai berkaca-kaca.

Aku pun menarik dagu Ha Hyo agar yeoja itu menatapnya. Aku menatapnya dalam, “ aku memang tidak suka melihatmu menangis. Tapi, hatiku lebih sakit jika melihat kau yang berpura-pura tegar seperti ini. Kalau kau ingin menangis, menangislah. Kali ini aku akan memakluminya “.

Mendengar kata-kataku, air mata Ha Hyo menitik. Aku pun memeluknya erat.

Saat sedang memeluknya, aku melihat Hyun Ah keluar dari kamar Chanyeol sambil menangis. Apa yang terjadi? Aku pun membiarkan Ha Hyo sementara menangis di bahunya.

Setelah Ha Hyo tenang, aku mengajaknya kembali ke kamar Chanyeol. Dan, pada saat itu aku benar-benar terkejut. Chanyeol sudah sadar!

Ha Hyo pun segera menekap mulutnya dan berkata dengan tidak percaya, “ Chanyeol oppa? Kau sudah sadar? “. Kulihat Chanyeol tersenyum. Berarti, Chanyeol memang sudah sadar.

Aku dan Ha Hyo segera mendekatinya.

“ Akhirnya kau sadar juga! Tidak tahu kah kau betapa kami khawatir saat mendengar kau kecelakaan? “ kata ku pada Chanyeol tanpa menutupi rasa senang ku.

Chanyeol terkekeh pelan, “ mianhae kalau sudah membuat kalian khawatir “.

Aku menoleh pada Ha Hyo yang masih tidak berbicara. Aku mengenggam tangannya dan berkata, “ kau tidak ingin berbicara dengan Chanyeol? “. Ha Hyo terlihat masih sangat terkejut.

Ha Hyo pun segera memeluk Chanyeol dan berkata, “ aku senang sekali oppa sudah sadar. Oppa benar-benar membuat ku khawatir, tahu “. Chanyeol pun tersenyum lebar dan mengacak-acak  rambut Ha Hyo, “ mianhae ne, membuat mu khawatir “.

Aku pun teringat sesuatu, “ oiya, kau sudah berbicara dengan Hyun Ah kan? “. Kulihat Chanyeol mengerutkan dahinya.

“Hyun Ah? Siapa dia?” Tanya Chanyeol bingung

***

Author POV

“Hyun Ah? Siapa dia?” Tanya Chanyeol bingung

Baekhyun dan Ha Hyo pun terperangah mendengar jawaban Chanyeol. Bagaimana bisa ia melupakan yeojachingunya sendiri. Dan pada saat itu juga Baekhyun dan Ha Hyo merasa ada yang tidak beres dengan Chanyeol.

Baekhyun meninggalkan Ha Hyo dan Chanyeol di kamar itu. Baekhyun bermaksud untuk memanggil dokter. Terlihat kecanggungan antara mereka berdua.

Tak lama Baekhyun datang bersama dokter dan seorang suster. Dokter pun mulai memeriksa keadaan Chanyeol. Setelah selesai memeriksa keadaan Chanyeol, dokter meminta Baekhyun dan Ha Hyo untuk menemuinya di ruangan pribadinya. Sedangkan Chanyeol beristirahat di kamar 088 itu.

Sesampainya di ruangan dokter, Baekhyun dan Ha Hyo mendengar penjelasan dokter. Mereka diam dalam waktu yang cukup lama. Kata-kata dokter terngiang-ngiang di pikiran mereka berdua “Chanyeol mengalami amnesia, ia hanya dapat mengenali orang-orang yang akhir-akhir ini berada di dekatnya.”  Hanya kata-kata itu yang ada di pikiran mereka. Baekhyun mulai berbicara kembali setelah keheningan itu. “mungkin ini sebabnya Chanyeol tidak mengenal Hyun Ah. Karena Chanyeol sudah lama tidak bertemu dengannya”. Hanya anggukan kepala Ha Hyolah untuk menjawab pertanyaan namjachingunya itu.     

***

Shin Ha Hyo POV

Aku pun kembali berjalan ke kamar Chanyeol oppa bersama Baekhyun. Otakku terus memikirkan perkataan dokter tadi. Apa begitu parahnya kecelakaan waktu itu sampai-sampai Chanyeol oppa hilang ingatan?

Sesampainya dikamar Chanyeol, aku segera berdiri di samping tempat tidur Chanyeol. Entah kenapa, setiap melihat wajah Chanyeol yang sedang terluka seperti ini, membuatku sangat sedih. Lagi-lagi, air mataku menetes .

“ Chagiya, apa sebaiknya kita memberitahu Hyun Ah tentang masalah ini? “ Tanya Baekhyun oppa padaku.

Aku yang baru teringat dengan Hyun Ah pun segera menganggukan kepala, “ iya oppa. Lebih baik sekarang kau mencari Hyun Ah dan membawanya kesini. Biar aku yang menjaga Chanyeol oppa “.

Baekhyun oppa pun mengangguk. Ia mencium kening ku dan segera keluar kamar.

Aku memandang Chanyeol yang sedang tertidur dan menggenggam tangannya. Aku berkata, “ oppa, semua ini memang salahku. Jika saja aku tidak meminta oppa untuk menemaniku malam itu, pasti tidak akan seperti ini. Jeongmal mianhaeyo oppa “. Aku pun mulai menangis lagi di samping Chanyeol.

Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang hangat di kepalaku. Aku mendongak dan melihat Chanyeol sedang mengusap kepalaku dan tersenyum padaku.

“ Oppa? Aku membangunkan mu, ya? Mianhae sudah menganggumu. Jika kau ingin tidur lagi, aku akan menjaga di luar “ kataku sambil hendak berdiri.

Tapi, tanganku di tahan oleh Chanyeol. Aku menoleh dan menatap heran Chanyeol.

Kulihat Chanyeol menatapku dalam dan berkata, “ jangan kemana-mana, tetaplah disini. Aku merindukan mu chagiya “.

***

Byun Baekhyun POV

Aku mencari-cari Hyun Ah di sekitar rumah sakit. Aku yakin Hyun Ah belum pergi terlalu jauh. Aku memacu mobil ku dengan kecepatan sedang sambil memperhatikan jalanan.

Dan. Aku pun melihat seorang yeoja yang sedang duduk sendirian di suatu café. Hyun Ah. Aku pun segera menghentikan mobilku dan berjalan ke arah Hyun Ah.

“ Hyun Ah! “ panggilku.

Yeoja yang kupanggil pun menoleh dan menatapku kaget.

“ Baek-Baekhyun oppa? Kenapa oppa kesini? “ Tanya Hyun Ah kaget.

“ Ikut aku. Aku akan membawa mu ke rumah sakit. Disana, aku dan Ha Hyo akan menjelaskan yang sebenarnya padamu “ kataku sambil segera berjalan mendahului Hyun Ah. Hyun Ah yang sepertinya sadar bahwa ini penting pun segera mengikutiku.

Saat dimobil, ku dengar Hyun Ah bertanya padaku, “ Ada apa, oppa? Apakah ada sesuatu yang sangat penting? Apa ada yang terjadi dengan Chanyeol oppa? “. Aku hanya melirik sebentar dan berkata, “ biar ku jelaskan sesampainya disana “.

Sesampainya di rumah sakit, aku segera berjalan ke kamar Chanyeol, diikuti dengan Hyun Ah.

Sebelum masuk kedalam kamar, aku mengintip lewat jendela. Aku melihat Ha Hyo yang sepertinya sedang menangis di samping Chanyeol. Tapi, yang membuat ku terkejut adalah, tiba-tiba Chanyeol mengusap kepala Ha Hyo dan menahan tangan Ha Hyo. Aku pun menguping pembicaraan mereka.

“ Oppa? Aku membangunkan mu, ya? Mianhae sudah menganggumu. Jika kau ingin tidur lagi, aku akan menjaga di luar “ kudengar perkataan Ha Hyo.

“ jangan kemana-mana, tetaplah disini. Aku merindukan mu chagiya “.

Aku benar-benar terkejut mendengar perkataan Chanyeol. Chagiya? Sejak kapan Chanyeol memanggil Ha Hyo ‘chagiya’? Tanpa ragu, aku pun segera masuk ke dalam kamar Chanyeol.

“ Ya! Apa yang kau bilang tadi? “

***

Author POV

Tidak hanya Baekhyun yang terkejut dengan perkataan Chanyeol tadi. Tapi Hyun Ah pun sangat-sangat terkejut.

Badan Hyun Ah seketika mematung dengan air mata yang terus mengalir tanpa hentinya. Mukanya memerah dan tangannya mengepal kuat.

“ Ya! Apa yang kau bilang tadi? “ teriak Baekhyun yang membuat Ha Hyo dan Chanyeol menoleh ke arahnya.

“O oppa?” kata Ha Hyo dengan terbelalak.

Baekhyun segera menghampiri Ha Hyo dan menarik tangannya, menjauhankannya dari Chanyeol.

“Waeyo kau memanggil Ha Hyo ‘chagiya’? “ bentak Baekhyun kepada Chanyeol

“Kau keberatan kalo aku memangil ‘chagiya’ kepada yeojachinguku sendiri hah?” tantang Chanyeol pada Baekhyun

Baekhyun, Ha Hyo, dan Hyun Ah yang mendengar perkataan Chanyeol terperangah. Hyun Ah menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang putih.

“KAU!! Berani-beraninya kau menganggap Ha Hyo yeojachingumu! Dimana otakmu hah??!!” marah Baekhyun pada Chanyeol sambil mengepal kedua tangannya.

“Harusnya kau yang berfikir jelas-jelas aku namjachingunya. Seingatku kemarin malam aku pergi dengannya!” balas Chanyeol tidak kalah emosi.

“CUKUP!!! Tidak bisakah kalian berhenti bertengkar?! Jebal, jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya?! Aku tidak mengerti sedikit pun!!” Teriak Hyun Ah frustasi

Chanyeol, Baekhyun, dan Ha Hyo terlonjak kaget mendengar teriakan Hyun Ah. Baekhyun dan Ha Hyo pun saling bertatapan.

“ Ikut kami, Hyun Ah, “ kata Baekhyun sambil mengajak Ha Hyo keluar kamar. Hyun Ah yang memang benar-benar tidak mengerti pun segera mengikuti Baekhyun dan Ha Hyo.

***

Still Author POV

“ Tolong sekarang kalian berdua jelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat ini, “ pinta Hyun Ah sambil menatap 2 orang di depannya.

Ha Hyo pun mulai berbicara, “ aku yang akan menjelaskannya. Kau harus tenang, Hyun Ah. Ak- “

“ Bagaimana aku bisa tenang?! Bagaimana aku bisa tenang sedangkan namjachinguku memanggil ‘chagiya’ kepada yeoja lain? Sudah ku bilang dari awal, kau itu yeoja tidak tahu malu! Dan, kau Baekhyun oppa, kau bilang padaku kalau yeoja ini yeojachingu mu, tapi apa? Kau sama saja dengan yeoja ini! “ bentak Hyun Ah berapi-api.

“ Diam! Kau bisa diam, tidak? Kami akan menjelaskan nya padamu. Jadi jangan banyak omong dan seenaknya menyalahkan orang lain! “ bentak Baekhyun memotong perkataan Hyun Ah.

Ha Hyo pun menahan bahu Baekhyun dan berkata lembut pada Baekhyun, “ sudah, oppa. Aku akan menjelaskannya sekarang “. Ha Hyo pun menatap Hyun Ah.

“ Begini Hyun Ah-ssi. Aku ingin memberitahu padamu, kalau….. kalau Chanyeol itu… hilang ingatan, “. Hyun Ah seperti tersambar petir mendengar perkataan Ha Hyo, “ tolong jangan di potong dulu perkataan ku Hyun Ah-ssi. Saat aku dan Baekhyun oppa menanyakan pada dokter, ternyata Chanyeol itu hilang ingatan, tetapi ia hanya melupakan orang-orang yang sudah lama tidak ia lihat. Jadi, kenapa Chanyeol oppa tidak mengenal mu, itu karena Chanyeol oppa sudah lama tidak melihatmu, “.

Ha Hyo menghela nafas dan mengamati perubahan ekspresi Hyun Ah, lalu ia melanjutkan, “ dan, tentang kejadian tadi, saat Chanyeol oppa memanggilku ‘chagiya’, itu sepertinya karena aku lah orang terakhir yang dilihat nya sebelum kecelakaan dan sepertinya ia menganggap ku….. yeojachingunya “.

Ha Hyo menatap Hyun Ah yang sepertinya sangat terpukul mendengar penjelasan Ha Hyo. Ha Hyo pun menoleh kepada Baekhyun yang meminta penjelasan lebih dalam. Ha Hyo berkata pelan, “ biar ku jelaskan nanti, oppa. Aku akan menjelaskan nya lagi nanti “. Baekhyun mengangguk.

“ maldo andwae…….. Chanyeol oppa tidak mungkin melupakan ku secepat ini. Maldo andwae!! “ sahut Hyun Ah frustasi. Hyun Ah mencengkram dadanya untuk menghilangkan rasa sakit yang datang bergitu tiba-tiba. Air mata Hyun Ah sudah tidak dapat di bendung lagi dan ia pun mulai terisak keras.

Ha Hyo yang ingin menenangkan Hyun Ah pun segera ditahan oleh Baekhyun. Ha Hyo menatap Baekhyun dan melihat Baekhyun menggeleng pelan. Ha Hyo pun mengangguk tanda mengerti.

“ Kau mau pulang? “ Tanya Baekhyun pada Ha Hyo.

Ha Hyo menatap Hyun Ah ragu, dan akhirnya mengangguk, “ tunggu sebentar, oppa “.

Ha Hyo pun mendekati Hyun Ah dan menepuk bahunya pelan. “ Hyun Ah-ssi, aku dan Baekhyun akan pulang. Temani lah Chanyeol, dan coba jelaskan kepada dia pelan-pelan. Kalau ada apa-apa, kau bisa hubungi Baekhyun oppa “.

Setelah berkata seperti itu, Baekhyun pun menggenggam tangan Ha Hyo dan mengajaknya pergi.

***

Jung Hyun Ah POV

Aku masih diam di ruang tunggu rumah sakit ini. Aku belum bisa berkata apa-apa, mungkin karena aku terlalu shock. Aku memutuskan masuk kedalam kamar Chanyeol oppa untuk menemaninya dan yaaa, sekaligus menjelaskan apa yang terjadi padanya. Tapi aku belum siap memberi tahu yang sebenarnya, hatiku sakit jika harus menjelaskannya.

“A annyeong oppa” kataku terbata bata

“Annyeong. Apa kau…?”

“Ne… Aku Jung Hyun Ah” kataku dengan perasaan sakit. “Apa aku mengganggumu oppa?” lanjutku

“ah aniyo, gwenchana” katanya dengan senyuman manis

“Ya Tuhan,  dari sekian lama aku tak bertemu dengannya, aku baru melihat senyumannya yang begitu manis hari ini. Ingin rasanya kupeluk erat Chanyeol oppa, tapi itu tidak mungkin. Jelas-jelas ia lupa denganku.” Gumam ku dengan menahan tangisan yang hamper akan membasahi pipi ini.

Sampai saat ini, kami saling terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Tapi Chanyeol memecah keheningan ini dengan mulai bicara padaku.

“ Kau yang menemaniku disini? dimana Ha Hyo? Kenapa tidak dia saja yang menemaniku disini?” Tanya Chanyeol oppa padaku.

Yaa lagi-lagi Chanyeol oppa menanyai yeoja tak tau diri itu. Ku remas dadaku menahan sesaknya sakit hati ini. Rasanya seperti tertusuk pedang tajam 100 kali. Tapi aku berusaha tegar di depannya dan mulai menjawab pertanyaannya

“Ne oppa, aku yang menemanimu disini. Emm.. Dia.. Dia sedang pulang dulu oppa, selama dia menemanimu disini dia belum istirahat. Maka aku yang akan menemanimu disini.” jelasku padanya.

“Oh begitu..”  Jawab singatnya

“Oppa boleh aku bertanya padamu?”

“Ne tentu saja. Mau tanya apa?”  

“Apa kau tidak mengenalku? Atau sedikit mengingatku?” Tanyaku lembut 

“Mwo? Tidak, sama sekali tidak. Sebenarnya siapa dirimu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” jawabnya bingung

“Lupakan sajalah pertanyaanku tadi.” Kataku sambil tersenyum miris.

“Oppa, aku ingin memberitahu tentang keadaanmu. Tapi, kumohon jangan kaget oppa.”

“Mwo?! Sebenarnya bagaimana keadaanku?” tanyanya khawatir

“Kau.. Kau amnesia oppa. Seharusnya oppa dapat mengingatku juga tapi karena oppa hanya bisa ingat dengan orang-orang yang sering oppa liat sebelum kecelakaan, maka dari itu oppa tak ingat padaku

“Jinjja? Kau tidak bohong? Bagaimana ini bisa terjadi?”

“Aniyo, aku tidak bohong oppa. Aku tidak terlalu mengerti, mungkin oppa bisa bertanya langsung pada dokter.” Jelasku.

 “Ah aku harus keluar oppa, aku akan menunggu di ruang tunggu. Jika ada apa-apa panggil saja aku.” Lanjutku. Sebenarnya aku keluar kamar, karena aku tidak bisa menahan air mata yang akan keluar ini. Tidak mungkin jika aku menangis di depannya.

“Ah ne, gomawo” jawab Chanyeol oppa

Aku hanya terseyum manis

***

To Be Continue…..

Gimana????? Makin seru nggak? Nah, berhubung aku lagi baik (?), aku mau ngepost 2 chapter hari ini.. So, stay tune and keep RCL~

RCL JUSEYO~ Hargai author yaa😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s