[FF] Regret ( Chapter 1 )

Annyeonghaseyo~~~ aku mau ngepost FF baru nih :3 FF ini aku bikin sama sahabat ku. So, di FF ini aku mau say thanks to Safira yang udah ngasih inspirasi ;D Thanks, dear ;* Okelah, karena kyaknya udah pada nggak sabar (?), cekidot~ Enjoy😉

~~~

Title : Regret

Author : Shin Ha Hyo

Main Cast : – Park Chanyeol [ EXO-K ]

–          Jung Hyun Ah [ OOC ]

–          Byun BaekHyun [ EXO-K ]

–          Shin Ha Hyo [ OOC ]

Genre : Romance, Sad

Rating : NC-17

Summary : “ Aku tahu penyesalan itu datang di akhir. Tapi aku tidak menyangka rasanya sesakit ini. “ – Park Chanyeol

Disclaimer : FF ini hasil dari dua pemikiran yang gaje dan tapi memiliki pemikiran yang super permirsa! DO NOT COPY! DO NOT PLAGIAT! Maaf jika ada kesamaan tokoh, tempat, alur cerita. Karena ini hanya fiktif belaka #halah. Typo is everywhere. Cekidot~

Note : FF ini mengandung (?) NC, tapi di chapter awal-awal belum ada kok NC nya. Masih aman😉

DON’T BE SILENT READERS, PLEASE!

DON’T FORGET, RCL JUSEYO!

Author POV

“ Yeoboseyo.. Oppa, malam ini aku ada acara ulang tahun temanku. Dan harus membawa pasangannya, apa oppa bisa menemaniku?” Kata seorang yeoja yang sedang mematut dirinya di depan cermin sambil menelepon seseorang.

“ Mianhae chagiya, aku tidak bisa menemanimu malam ini. Aku harus menjemput umma dan appa ku di bandara, “ balas seorang namja dari seberang telepon.

Sambil menahan kecewanya, yeoja itu berkata lagi, “ lalu, aku harus pergi dengan siapa? “.

Namja di seberang sana terdiam beberapa saat dan menjawab, “ bagaimana kalau kau pergi dengan Chanyeol? ”. Yeoja itu menghela nafas.

“ Tapi, tidak apa-apa jika aku pergi bersama Chanyeol oppa? Dia kan memliki yeojachingu. “ kata yeoja-yang bernama Shin Ha Hyo- sambil berharap namjachingu yang sedang di telepon nya itu berubah pikiran dan menemaninya ke acara ulang tahun temannya.

“ Gwenchana chagi. Yeojachingu Chanyeol sedang berada di luar negeri. “ balas namja-yang bernama Byun Baekhyun-.

Merasa bahwa memang sudah tidak ada harapan untuk pergi bersama Baekhyun, Ha Hyo pun meng-iya-kan dengan ragu, “ ne, arraseo oppa. Aku akan pergi dengan Chanyeol. Oppa hati-hati, ne? “

“ Ne chagiya. Kau juga hati-hati ya. Jika ada apa-apa, langsung telepon aku, ne? Saranghae chagiya~ “ kata Baekhyun.

“ Ne oppa. Nado saranghae “.

Ha Hyo pun menutup telepon dan menghela nafas. Ia mencari nomor telepon Chanyeol di kontaknya dan menelepon namja itu.

“ Yeoboseyo oppa. Oppa, apa oppa sibuk? Jika tidak, bisakah oppa menemani ku pergi ke acara temanku? Baekhyun oppa tidak bisa karena harus menjemput umma dan appa nya di bandara. Jebal oppa, temani aku ya? Baiklah, jemput aku jam 7 malam ya. Gomawoyo oppa “.

Ha Hyo pun menaruh handphone nya di atas meja rias, dan bersiap-siap.

***

Shin Ha Hyo POV

Aku sedang mematut diriku di depan cermin untuk memeriksa penampilanku lagi

TIN TINN!

Aku tersentak saat mendengar suara klakson mobil. “Ah itu pasti Chanyeol oppa”.

Aku pun mengambil tas tanganku lalu keluar rumah. Dan aku menghampiri Chanyeol oppa yang sedang bersender di sisi mobilnya dengan kedua tangan di saku celananya.

“Annyeonghaseyo oppa” sapaku kepada Chanyeol oppa yang di balas dengan senyuman manisnya.

Chanyeol oppa langsung membukakan pintu mobilnya untukku, dan aku pun masuk kedalam mobil ferari berwarna merah itu. Chanyeol oppa langsung duduk di sebelah ku dan segera menjalankan mobil. Selama di perjalanan, aku melirik Chanyeol oppa yang serius menyetir.

Aku memperhatikan wajah nya yang……. Tampan? Ah, apa yang aku pikirkan? Tapi memang mala mini Chanyeol oppa sangat tampan dengan kemeja yang dilipat sampai siku dan celana jeans. Penampilannya terlihat santai, tapi tetap menarik dipandang.

Oke, pikiran ku sudah melantur kemana-mana. Aku pun segera mengalihkan pandanganku ke depan. Selama beberapa saat, keadaan masih hening. Aku pun berinisiatif membuka percakapan.

“ Oppa? “

Chanyeol oppa terlihat sedikit menoleh, “ hm? “

“ Kata Baekhyun oppa, yeojachingu oppa sedang ke luar negeri ya? “ tanyaku.

Chanyeol oppa mengangguk dan berkata, “ iya. Dia disuruh oleh orang tua nya untuk berkuliah di Paris “. Aku mengangguk-angguk menanggapi perkataan Chanyeol oppa.

“ mm, tidak apa-apa aku pergi bersama oppa? “ tanyaku. Chanyeol mengerutkan dahi tanda bahwa ia kurang mengerti maksud perkataan ku tadi. “ maksudku, apakah yeojachingu oppa tidak keberatan jika oppa menemani ku pergi seperti ini? “.

Chanyeol yang baru mengerti pun tertawa dan berkata, “ tentu saja tidak apa-apa. Yeojachingu ku sangat pengertian. Lagipula, kau kan sudah seperti adik ku sendiri, “. Setelah berkata seperti itu, Chanyeol pun mengacak-acak rambutku.

Aku pura-pura kesal dan memajukan bibir ku, “ Ya, oppa! Aku sudah susah-susah merapikan rambutku, tapi malah di acak-acak lagi. Tapi gomawo oppa, sudah mau menemani ku. Aku sayang pada oppa, “ godaku, lalu tertawa terbahak-bahak melihat muka Chanyeol yang kesal sekaligus malu.

Tak terasa, aku sudah sampai di tempat acara temanku akan dilaksanakan. Aku pun segera mengajak Chanyeol oppa masuk.

***

10.00pm KST

Stiil Shin Ha Hyo POV

Acara sudah selesai, Chanyeol oppa pun mengantarkan ku sampai depan rumah. Sebelum aku masuk rumah, aku menatap mata Chanyeol oppa dalam. Saat menatap matanya aku merasa perasaanku tidak enak.

“Waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kata Chanyeol oppa bingung.

“Ah, gwenchanayo oppa” kataku pada akhirnya

Aku pun berpamit kepada Chanyeol oppa dan masuk kedalam rumah. Dari dalam rumah aku menatap kepergian Chanyeol oppa sambil berusaha menghilangkan perasaan burukku tadi.

***

 Park Chanyeol POV

Aku sedang dalam perjalanan pulang, jalanan pada mala mini terlihat sepi. Jadi aku mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi.

She is my baby

Aku mendengar ponselku berbunyi, menandakan bahwa ada panggilan masuk. Aku pun langsung mengangkatnya tanpa melihat nama penelponnya.

“Yeoboseyo?”

“Yeoboseyo, oppa ini aku.” Terdengar suara seorang yeoja dari seberang telpon.

“Hyun Ah?! chagiyaaa~ Joengmal bogoshipoyo~~ “. Kataku. Aku sangat senang mendengar suara yeojachinguku yang sangat aku rindukan itu.

“Nado bogoshipo oppa” kata Hyun Ah. “Oppa sedang apa?” lanjutnya.

“Oppa sedang-“

Aku melihat cahaya lampu mobil yang begitu terang membuat pengelihatanku tidak jelas. Aku langsung membanting stir ke arah kiri dan aku melihat pohon di depanku seketika semua menjadi gelap.

***

Jung Hyun Ah POV

Malam ini, entah kenapa aku sangat merindukan namjachingu ku yang berada di Korea. Park Chanyeol. Sudah sekitar 2 tahun aku tidak bertemu dengannya karena aku harus melanjutkan kuliah ku ke Paris. Aku pun berniat untuk menelepon Chanyeol.

“ Yeoboseyo? “ sahut Chanyeol dari seberang. Ya Tuhan, betapa aku menrindukan suara Chanyeol.

“ Yeoboseyo, oppa ini aku “ kataku dengan perasaan senang yang sudah memenuhi jantungku.

“ Hyun Ah?! chagiyaaa~ Jeongmal bogoshipoyo~~ “ sahut Chanyeol girang. Aku merasakan mata ku panas. Aku benar-benar merindukannya.

“ Nado bogoshipo oppa. Oppa sedang apa? “ balas ku sambil menghapus air mataku yang menitik.

“ Oppa sedang-“

Tiba-tiba, tidak terdengar lagi suara Chanyeol. Aku bingung, aku melihat layar ponselku. Masih tersambung. Aku kembali mendekatkan ponsel ke telinga ku.

“ Oppa? Oppa masih disana? Kenapa tidak ada suara? Oppa tidak apa-apa, kan? “ Tanyaku khawatir. Tapi, tetap tidak ada jawaban. Perasaan ku mendadak tidak enak. Kemungkinan-kemungkinan buruk  berkelebatan di benakku. Tapi, aku berusaha menyangkalnya.

Ya Tuhan, semoga Chanyeol tidak apa-apa.

***

Shin Ha Hyo POV

Aku terbangun dari tidurku. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhku. Nafas ku terengah-engah dan dada ku terasa sangat sakit. Aku menekan dada ku untuk menghilangkan rasa sakit, tapi tidak bisa. Perasaan yang sejak tadi membayangi ku pun kembali datang. Ada apa ini sebenarnya? Pikiranku teringat pada Chanyeol.

Aku segera mengambil ponselku dan menelepon Chanyeol. Tidak aktif.

Perasaan ku semakin tidak enak. Tanpa terasa, air mata ku mulai menetes. Aku segera menghubungi Baekhyun oppa.

“ Yeoboseyo? “ terdengar suara Baekhyun yang seperti orang mengantuk. Sepertinya ia sudah tidur. Tapi aku tidak peduli.

“ Oppa… aku merasakan perasaan yang aneh, oppa, “ kataku sambil mulai terisak.

“ Chagiya, kau kenapa? Kenapa kau menangis? Kau tidak apa-apa, kan? “ Tanya Baekhyun oppa. Suara nya terdengar begitu khawatir.

Tapi, aku tidak bisa menjawab apa-apa. Dadaku semakin sakit. Aku terus terisak dan tetap membiarkan ponselku menempel di telingaku.

“ Chagi? Kau tunggu disana. Aku akan segera ke rumahmu “ kata Baekhyun dan segera memutuskan sambungan telepon. Aku segera menjatuhkan tanganku ke samping tubuhku dan segera jatuh terduduk di lantai.

***

Byun Baekhyun POV

Aku benar-benar khawatir mendengar Ha Hyo menangis sambil menelepon ku. Aku segera melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi. Selama di perjalanan, pikiranku terus tertuju pada Ha Hyo.

Ha Hyo tidak pernah menangis, kecuali jika memang ada yang membuatnya sedih dan hatinya sakit. Aku benar-benar tidak terpikir apa yang membuat Ha Hyo menangis begitu.

Sesampainya di rumah Ha Hyo, aku segera berlari kedalam rumah. Aku tahu password pintu rumah Ha Hyo. Aku berlari ke kamar Ha Hyo dan membanting pintu kamar.

“ Chagiya, kau dimana? “ panggilku.

Terdengar sahutan dari pojok kamar, dan aku melihat Ha Hyo sedang terduduk disana sambil menangis.

Aku segera menghampirinya dan memeluknya, “ Chagiya, ini aku. Kau kenapa? Kau tidak sakit, kan? Aku benar-benar khawatir padamu, chagi “. Aku menatap wajah Ha Hyo dan hatiku terasa mencelos melihat wajahnya yang berurai air mata.

“ Op-pa…. Chan-chanyeol oppa…. A-aku…., “ Ha Hyo tidak bisa berbicara dengan jelas karena ia isakannya. Aku kembali memeluknya dan membuatnya tenang. Ku biarkan baju ku yang sudah basah karena air matanya.

Beberapa saat, Ha Hyo masih menangis. Setelah agak tenang, aku melepaskan pelukanku pelan dan berkata dengan lembut, “ kau kenapa, chagi? Kenapa dengan Chanyeol? “.

Ha Hyo terlihat mengatur nafas nya dan berusaha bercerita dengan suara yang serak, “ perasaan ku tidak enak, oppa. Saat Chanyeol oppa mengantarku pulang tadi, aku sudah merasa tidak enak. Aku seperti mendapat firasat bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Chanyeol oppa. Dan, saat aku mencoba menghubunginya tadi, ponselnya tidak aktif. Aku takut Chanyeol oppa kenapa-kenapa, oppa “.

Aku pun menatap Ha Hyo lama. Aku pun menjadi khawatir dengan Chanyeol. Bagaimana pun, aku ini sudah bersahabat sejak lama dengan dia. Aku pun segera mengambil ponsel dan mencoba menghubungin Chanyeol. Tapi, benar, memang ponselnya tidak aktif.

Aku tersentak saat mendengar dering ponsel Ha Hyo. Aku mengambil ponselnya dan memberikan pada Ha Hyo. Karena Ha Hyo  sepertinya masih belum tenang, pada akhirnya aku pun yang mengangkat telepon itu dan mengaturnya dalam mode loud speaker.

“ Yeoboseyo? “ kataku.

“  Selamat malam. Dengan saudari Ha Hyo? “ Tanya seseorang di seberang sana.

“ Ya, saya kekasihnya Ha Hyo. Anda siapa? “ Tanya ku.

“ Saya dari pihak kepolisian ingin memberitahu bahwa saudara Park Chanyeol mengalami kecelakaan mobil “.

Aku benar-benar terkejut saat mendengar perkataan orang yang mengaku pihak kepolisian itu. Aku menatap kearah Ha Hyo dan melihat bahwa Ha Hyo pun sama shocknya denganku. Aku pun langsung memeluk Ha Hyo dan berkata, “ kemana saya bisa datang? “.

Polisi itu menyebutkan alamat rumah sakit yang akan menjadi tempat untuk perawatan Chanyeol.

“ Baik, saya akan segera kesana “.

Aku pun memutuskan sambungan telepon dan membantu Ha Hyo yang sangat shock untuk berdiri. Aku mencium bibirnya dan memeluknya.

“ Berdoalah, semoga Chanyeol tidak apa-apa “. Kataku dan mengajaknya pergi.

***

To Be Continue….

Wuaaaa gimana gimana?? Mianhae kalau di chapter pertama ini kependekan, tapi insyaAllah kesana sana nya panjang^^ tetep stay tune di blog ku yaa~

Don’t forget RCL! Hargai author yaa🙂

2 thoughts on “[FF] Regret ( Chapter 1 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s