[ FF Baekhyun ] The Last Time

Annyeonghaseyo~ aku kasih lagi nih FF Baekhyun^^ jangan lupa RCL yaa.. Enjoy😉

****

Author : Shin Ha Hyo

Title : The Last Time

Cast : Byun Baekhyun

           Shin Ha Hyo

Genre : Romance, Sad

Length : Oneshoot

Rating : Tentuin sendiri ya^^

Summary : “ Maaf, sampai pada saat terakhir pun, aku tidak bisa membuat mu senang. Maaf. “ – Byun Baekhyun

Disclaimer : FF ini berasal dari pemikiran murni aku! DO NOT COPY, PLAGIAT, BASH! Maaf kalau ada typo atau semacam nya. Masih amatir ._.v

P.S : Supaya lebih dapet feel nya, sekalian dengerin lagu D.O sama Chen yang nyanyiin lagu Eric Benet judulnya The Last Time ya😉 Karena FF ini terinspirasi dari lagu itu^^

All Baekhyun POV

Aku mengintip dari belakang panggung untuk melihat keadaan di luar panggung. Ada banyak penonton yang sudah menantikan penampilanku. Aku menghela nafas pelan, menghilangkan rasa gugup yang datang dengan tiba-tiba.

Ayo, Baekhyun! Aku pasti bisa! Aku kan sudah lama menjadi seorang penyanyi. Untuk apa aku gugup seperti ini? Sebenarnya ada suatu hal yang membuat ku resah saat ini. Bukan suatu, tapi seorang. Pada penampilan terakhir ku pada konser kali ini, aku akan membawa kan sebuah lagu.

“ Ya! Sekarang kita panggilkan penyanyi hebat kita. Byun Baekhyun! “ sahut sang pembaca acara.

Aku menghela nafas sekali lagi sebelum naik ke atas panggung. Para penonton langsung bertepuk tangan menyambutku.

Aku menunduk dan tersenyum pada penonton.

“ Ne, Annyeonghaseyo! Bagaimana konser kali ini? Apa kalian menikmatinya? “ tanya ku pada para penonton yang langsung menyambutnya dengan kata ‘ya’.

Aku tersenyum dan berkata, “ Dalam penampilan penutupan ini, aku akan membawakan sebuah lagu, dengan memainkan piano. Aku harap kalian menyukai nya. Sebelumnya, aku ingin mempersembahkan lagu ini pada seseorang di masa lalu ku yang sangat aku cintai,“.

Aku berjalan kearah piano yang sudah di sediakan di tengah panggung. Aku melemaskan jari ku dan mulai memainkan jari ku di atas piano yang mengeluarkan melodi yang terdengar indah. Keadaan studio menjadi hening. Aku pun mulai bernyanyi, dan seketika itu…… seluruh kenangan pada masa lalu pun kembali muncul di benakku.

The first time I fell in love was long ago~

I didn’t know how to give my love at all~

“ Oppa, kau mau menemani ku ke toko bunga. Aku ingin membelikan eomma ku bunga mawar, “ tanya seorang yeoja berambut panjang kepadaku.

Aku berkata tanpa mengalihkan pandangan ku dari buku yang sedang ku baca, “ maaf, aku tidak bisa menemani mu, Ha Hyo-ah. Aku banyak kerjaan. Maaf jagiya, “.

Kudengar Ha Hyo menghela nafas berat, “ kenapa oppa tidak pernah mau menemani ku? “.

“ Bukannya aku tidak mau, tapi tidak bisa, “ kata ku.

Ha Hyo menatap ku nanar dan berkata, “ yasudah. Aku berangkat dulu, “.

Aku mengangkat mata ku dari buku yang sedang kubaca dan menatap punggung Ha Hyo yang terlihat rapuh dan kesepian.

Kenapa aku tidak pernah bisa membuat nya senang? Apa cara ku dalam menunjukkan rasa cintaku salah? Aku tidak tahu.

The next time I settled for what felt so close~

But without romance, you’re never gonna fell~

“ Aigoooo~ Boneka itu lucu sekali! Oppa, bisakah kau membelikannya untuk ku? “ kata Ha Hyo dengan menatap ku berbinar-binar.

“ Apa lucunya sih boneka itu? Aku benar-benar tidak mengerti pola pikir yeoja zaman sekarang, “ kata ku bingung.

Ha Hyo melongo dan berkata dengan tidak habis pikir, “ oppa, kau itu tinggal pada zaman apa, sih? Yang seperti ini tuh termasuk common sense pada pasangan, tahu. Oppa itu benar-benar tidak romantis, “.

Baekhyun yang mendengar nya hanya melengos, “ common sense? Jadi setiap namja harus memberikan sesuatu pada yeojachingu nya? Peraturan macam apa itu? “.

Ha Hyo menatap ku kesal, “ oppa benar-benar tidak romantis! Pantas saja dulu tidak ada yang mau pacaran dengan oppa, “. Ha Hyo menjulurkan lidahnya dan meninggalkan ku.

Aku hanya menghela nafas. Lagi-lagi, aku tidak bisa membuatnya senang.

After everything I’ve learned~

Now it’s finally my turn~

This is the last time I’ll fall… in love~

Aku berusaha untuk mencari tahu apa yang bisa aku lakukan untuk membuat Ha Hyo senang. Aku bertanya kepada teman-teman ku yang sudah professional dalam hal hubungan.

“ Chanyeol-ah, aku butuh bantuan mu, “

Namja yang kupanggil Chanyeol itu pun bertanya, “ bantu apa? “.

“ Apa kau tahu apa saja yang harus dilakukan untuk membuat yeoja senang? “ tanyaku to the point.

Chanyeol yang tahu ini obrolan serius pun langsung berkata, “ ada apa? Kau sedang ada masalah dengan Ha Hyo? “.

Aku menceritakan semua tentang hubungan ku dengan H a Hyo.

“ Ya! Pantas saja Ha Hyo tidak pernah senang. Perilaku mu begitu, sih, “ kata Chanyeol.

Aku menelengkan kepala dan bertanya, “ maksudmu apa? Jadi caraku selama ini salah? “. Chanyeol mendengus dan berkata, “ tentu saja! Bagaimana bisa Ha Hyo senang jika kau mengabaikannya terus? “.

“ Maka dari itu, bantu aku Chanyeol-ah, “ pinta ku.

“ Aish, baiklah. Aku akan memberi tahu mu, “.

Sepanjang malam, Chanyeol terus memberikan ku cara-cara yang bisa membuat Ha Hyo senang. Aku mendengarkan nya dengan teliti.

“ Begitulah. Pokoknya kau harus membuat ia nyaman dengan mu, jangan buat dia kesal. Jangan menyangkal perkataan nya dengan kata-kata yang menyakitkan. Kau tahu sendiri kan, hati yeoja itu lebih lembut dari pada namja? Kau juga harus mengerti jika mereka meminta sesuatu dari mu, berarti ia ingin kau memperhatikannya lebih. Mengerti? “.

Aku mengangguk-angguk. Semoga aku bisa menjalankan semuanya dan membuat Ha Hyo senang.

The first time we walked under that starry sky,~

There was a moment when everything was clear~

I didn’t need to ask or even wonder why, because each question is answered when you near~

And I’m wise enough to know when a miracle unfolds, this is the last time I’ll fall in love~

“ Oppa, selama kita berpacaran, kita tidak pernah pergi ke Namsan Tower, ya? Bagaimana kalau besok kita kesana? “ ajak Ha Hyo.

Tadinya aku ingin menolak, tapi tiba-tiba perkataan Chanyeol terngiang di benakku, “ Kau  juga harus mengerti jika mereka meminta seuatu dari mu, berarti ia ingin kau memperhatikannya lebih. “.

“ Oppa? Kau mau? “ tanya Ha Hyo sekali lagi.

“ Ah, n-ne aku mau. Besok kita kesana. Aku akan menjemputmu jam 7 malam, “ kataku pada akhirnya.

“ Jinjja?! Wuaaaa saranghae oppa~ “ kata Ha Hyo sambil memeluk ku. Tanpa sadar aku pun tersenyum.

19.00PM KST..

Aku berjalan memasuki  Namsan Tower dan mencari-cari Ha Hyo. Saat aku menemukannya, aku melihat Ha Hyo sedang memandangi langit sambil tersenyum.

“ Kau sudah lama menunggu? “ tanyaku sambil menepuk pundaknya pelan.

Ha Hyo terlonjak dan berkata, “ aish, oppa mengaggetkan ku saja. Aku belum lama kok, aku baru sampai. Bagaimana kalau kita ke atas sekarang? Aku sudah tidak sabar, “ Ha Hyo meraih tangan ku dan menarik ku. Aku mengikuti di belakangnya sambil menatap punggung nya yang mungil.

Sesampainya dia atas, Ha Hyo segera melepaskan tanganku dan menatap kagum ke langit.

“ Oppa, lihatlah! Banyak sekali bintang pada malam ini. Lihat yang itu! Wuah, dia bintang paling bersinar di antara yang lain, “ kata Ha Hyo sambil menunjuk-nunjuk bintang.

Aku mengajaknya duduk di kursi yang ada di sana.

“ Oppa, kau senang tidak berada disini? “ tanya Ha Hyo.

“ Biasa saja, “ kataku spontan mengeluarkan pendapatku.

Ha Hyo menatap ku sedih, “ benarkah? Oppa tidak senang berada disini? “. Aku hanya mengangkat bahu.

Ha Hyo menghela nafas, “ jika aku bilang kalau aku senang berada disini, apa oppa akan ikut senang? Apa oppa merasa bahagia juga, jika melihat ku bahagia? “ tanya Ha Hyo.

Aku menerawang ke depan, tidak menatap ataupun menjawab pertanyaan Ha Hyo.

Ha Hyo tiba-tiba berdiri dan berkata, “ kita pulang saja ya, oppa. Aku merasa tidak enak badan, “. Ha Hyo berjalan meninggalkan ku. Aku hanya bisa menatap kepergiannya dengan hampa.

Now don’t hold back, just let me know~

Could I be moving much too fast or way too slow~

‘Cause all of my life, I’ve waited for this day~

To find that once in a life time, this is it, I’ll never be the same~

Selama 1 bulan, aku tidak berhubungan dengan Ha Hyo. Telepon ku tidak di angkat, pesan ku tidak dibalas, sampai-sampai saat aku ke rumah nya pun, Ha Hyo tidak ingin bertemu dengannya. Ha Hyo seakan-akan menyembunyikan diri dan berusaha pergi dari kehidupan ku.

Apa kesalahan ku begitu besar? Sampai-sampai Ha Hyo menjauhi nya. Aku benar-benar tidak bisa memikirkan apapun kecuali Ha Hyo. Semakin lama, rasa bersalahku semakin besar.

Dan satu hal yang hati ku rasakan. Aku merindukan nya.

Aku merindukan Ha Hyo. Rindu suara nya, senyumnya, tawa nya, dan seluruh aspek pada dirinya. Aku merindukan itu semua. Apa yang harus aku lakukan?

Tiba-tiba, ponsel ku berdering. Aku melihat nama penelfon yang terpampang di layar ponsel ku. Ha Hyo’s eomma. Aku segera mengangkatnya.

“ Yeoboseyo~ Wae eomma? “

“ Baek-baekhyun-ah….. “

Aku menyerngit mendengar suara eomma Ha Hyo yang sumbang seperti habis menangis.

“ Ne, eomma? Eomma menangis? Ada apa? “

“ Ha Hyo….. Ha Hyo meninggal, Baekhyun-ah..”

Aku seketika lemas mendengar perkataan eomma Ha Hyo. Aku segera berpegangan ke meja yang ada di sebelahku, untuk menopang tubuhku.

“ Eomma bohong, kan? Aku pasti salah dengar kan tadi? Disana jaringan nya buruk ya, eomma? “ kataku tidak percaya.

“ Aniyo, Baekhyun. Eomma tidak bohong. Ha Hyo meninggal, Baekhyun-ah, “  jawab eomma Ha Hyo sambil terisak.

Pandangan ku mengabur, terhalang oleh air mata yang berusaha untuk keluar.

“ Geotjimal…. Ha Hyo tidak meninggal, eomma! Aku baru sebulan tidak bertemu dengan nya! Tidak mungkin, eomma, “ kata ku dengan tercekat.

” Maafkan eomma, Baekhyun-ah. Sebenarnya… sebenarnya Ha Hyo menderita sebuah penyakit yang tidak bisa di sembuhkan. Penyakit itu sudah lama bersarang di tubuh nya, tapi…. Tapi terlambat. Kami terlambat mengetahui nya, begitu pula Ha Hyo. Saat tahu ia memiliki penyakit itu, Ha Hyo berkata kalau kami tidak boleh memberitahukan nya pada mu, Baekhyun-ah. Maafkan eomma, Baekhyun. Maafkan eomma, “  kata eomma Ha Hyo sambil terisak keras.

Ponsel yang kupegang terjatuh, disusul oleh air mata ku yang menetes. Badanku seakan tak bernyawa, aku terjatuh ke lantai.

“ Geotjimal…. Ha Hyo tidak meninggal.. ia masih hidup… Ha Hyo masih sehat… Ha Hyo tidak mungkin meninggal… ia tidak mungkin meninggalkan ku.. Tidak mungkin! TIDAK MUNGKIN!! “ teriak ku sambil terisak keras.

Kenapa harus seperti ini? Kenapa saat aku ingin mengulang semuanya dari awal bersama Ha Hyo, takdir berkata lain? Kenapa??

Aku belum berhasi membuatnya senang. Aku gagal. Maafkan aku Ha Hyo. Maafkan aku yang sampai saat terakhir pun tidak bisa membuat mu senang. Maafkan aku.

You’ll never know what it’s taken me to say these words~

And now that I’ve said them, they could never be enough~

As far as I can see, there’s only you and only me~

This is the last time I’ll fall in love~

Last time I’ll fall in love~

The last time I’ll fall in love~

Aku membuka mata ku, dan menghela nafas berat. Aku menoleh ke arah penonton yang terdiam. Aku menghapus air mata ku yang mengalir tanpa ku sadari, dan berdiri.

Tiba-tiba, semua penonton langsung bertepuk tangan keras. Aku melihat sebagian besar dari mereka menangis karena melihat penampilan ku tadi.

Aku membungkukan badan dan berjalan ke belakang panggung.

Pembawa acara yang akan menutup konser ini pun mendatangi ku dan bertanya, “ kau baik-baik saja, Baekhyun? “.

Aku mengangguk dan mencoba tersenyum, “ aku tidak apa-apa. Kau tidak usah khawatir, “.

Pembawa acara pun meninggalkan ku sendirian di ruang rias. Aku menatap bayangan ku di cermin. Tiba-tiba aku melihat seorang yeoja berdiri dibelakang ku.

“ Annyeonghaseyo, oppa, “ kata yeoja itu.

Aku membelalakan mata ku, “ Ha-Ha Hyo? Kau Ha Hyo? “.

Yeoja itu tersenyum dan berkata, “ Ne, oppa. Aku Ha Hyo. Aku merindukan mu, oppa. Aku kesini hanya ingin memberi surat ini, “. Ha Hyo mengulurkan sebuah amplop berwarna merah muda.

“ Bacalah surat itu, oppa. Aku harus pergi sekarang. Jaga dirimu baik-baik. Annyeong, “ kata Ha Hyo.

“ Jagiya, kumohon jangan pergi lagi! Jangan tinggalkan aku, Ha Hyo-a. Aku mencintai mu! Kembalilah padaku, “ kataku sambil berusaha menggapainya. Tapi, ia menghilang.

Air mata ku menetes melihat kepergiannya. Saat ini, Ha Hyo benar-benar sudah pergi.

Aku mulai membuka surat yang tadi di berikan oleh Ha Hyo, dan mulai membaca isinya :

“Annyeonghaseyo, oppa.

Aku tidak tahu kapan oppa akan membaca surat ini, tapi jika oppa menerima surat ini, berarti sesuatu telah terjadi padaku.

Oppa,  disurat ini, aku akan menceritakan semua nya. Pertama, tentang penyakit ku.

Maaf aku tidak memberitahu pada oppa. Aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya tidak ingin oppa khawatir dengan keadaan ku. Aku memiliki penyakit. Jangan tanya padaku apa penyakit itu, karena aku pun tidak tahu. Bukannya aku tidak tahu, tapi aku tidak mengerti. Dokter hanya memberi tahu padaku bahwa penyakit yang ku idap ini tidak bisa sembuh, hanya bisa di perlambat.

Dan, oppa tahu bagaimana selanjutnya?

Ya, aku terlambat oppa. Lebih tepatnya aku dan keluarga ku. Keluarga ku baru memeriksakan ku saat tiba-tiba aku pingsan di kamar ku. Dan, dokter pun berkata kalau penyakit ku sudah sangat terlambat untuk di perlambat. Seketika, aku langsung mengingat oppa. Aku meminta orang tua ku untuk tidak memberitahu kepada oppa. Alasannya seperti yang tadi kubilang, aku tidak ingin oppa khawatir.

Awalnya aku tidak percaya kalau aku tidak bisa sembuh lagi. Aku terus memotivasi diriku sendiri, dan dokter pun mencoba sekuat tenaga untuk menyembuhkan ku.

Tapi, takdir berkata lain oppa.

Setelah 3 minggu di rawat di rumah sakit, aku koma selama seminggu.

Setelah aku sadar, dokter memvonis bahwa aku hanya bisa bertahan selama 1 bulan kedepan. Aku langsung kehilangan harapan. Dan, pikiran ku langsung tertuju padamu, oppa. Aku bingung. Aku bingung bagaimana cara nya untuk memberitahu mu?

Maka dari itu aku membuat surat ini. Maaf aku tidak mau memberitahu kan langsung pada oppa. Karena, aku tidak mau melihat oppa menangis, dan aku juga tidak mau oppa melihat ku menangis.

Aku tidak ingin oppa melihatku sebagai Ha Hyo yang sakit, tapi aku ingin oppa melihat ku sebagai Ha Hyo yang sehat. Dalam keadaan itu, aku ingin bertemu dengan oppa dan mengulang semua nya dari awal.

Aku akan berusaha untuk tetap hidup sampai aku bisa bertemu lagi dengan oppa. Aku akan berusaha untuk sembuh. Tapi jika takdir berkata lain, maafkan aku sudah meninggalkan mu. Saranghae Baekhyun oppa.

See you soon.

 

Xoxo,

Shin Ha Hyo. “

Aku segera terjatuh ke lantai dan terisak keras. Hati ku sakit sekali. Aku menangis sampai dada ku terasa sakit. Aku tidak mau Ha Hyo pergi. Aku belum bisa membuat nya senang. Aku mencintai nya.

Ya Tuhan, aku tahu pasti ada makna dari semua ini. Tapi, aku tidak kuat. Aku tidak bisa menerima begitu saja. Apa yang harus aku lakukan?

Tiba-tiba terasa sebuah tangan menyentuh lengan ku. Aku mendongak dan melihat Ha Hyo yang berpendar oleh cahaya duduk di depan ku.

“ Oppa, hidup untuk bagian ku juga ya. Saranghae, “ .

Dan, lagi-lagi Ha Hyo menghilang. Aku kembali menangis, tapi bibir ku tersenyum.

Aku akan hidup untuk bagian mu juga, Ha Hyo. Tunggu aku disana, dan hiduplah dengan tenang. Aku mencintai mu, Ha Hyo. Sampai kapanpun.

 

-END-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s